Masyarakat Sumbar Jangan Takut Naik Pesawat

×

Masyarakat Sumbar Jangan Takut Naik Pesawat

Sebarkan artikel ini

KETAPING – Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura (AP) II cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Yos Suwagiono mengajak masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk tidak takut bepergian dengan pesawat udara. Dia memastikan protokol kesehatan telah dilaksanakan dengan ketat di bandara tersebut dan diberbagai bandara yang dikelola PT AP II.

“Kami melayani banyak stakeholder, makanya kami memastikan diri terlebih dahulu telah melaksanakan protokol kesehatan Covid-19, termasuk dalam hal menjaga seluruh peralatan tetap healthy,” katanya usai pelaksanaan Safety and Healthy Campaign (Kampanye Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Penerbangan) di Ruang Tunggu Keberangkatan Internasional BIM, Jumat (18/9).

Yos mengatakan pelaksanaan Safety and Healthy Campaign dalam rangka memeriahkan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) juga dalam upaya terus mendorong dan memastikan masyarakat tetap menerapkan 3M dalam berbagai aktivitas, termasuk saat bepergian dengan pesawat udara. 3 M adalah memakai masker, menjaga jarak, dan selalu mencuci tangan dengan tetap disiplin. “Semua itu memang tak dapat dipisahkan dengan 3S plus 1C (safety, security, services dan Compliance-Red) yang sudah kami terapkan sejak dulu,” katanya.

Tak menerapkan 3M di BIM, maka sanksi pun siap menanti. Beberapa waktu lalu diakuinya, jajaran keamanan PT AP II BIM telah memberikan sanksi kepada seorang pengunjung yang kedapatan tak memakai masker. Dia diberi sanksi push up. “Sanksi ini bukan tujuan kita, tapi bagaimana masyarakat disiplin menerapkan 3M,” tegasnya lagi.

Hal senada juga disampaikan Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI, Agoes Soebagio.”Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pengguna transportasi udara, karena pentingnya melakukan edukasi terhadap 3M dimasa pandemi ini, karena itu bagian penting dari prosedur kesehatan,” katanya.

Bagaimana pun tegasnya, unsur kesehatan harus menjadi panglima di atas berbagai aktivitas yang dilakukan, termasuk saat bepergian menggunakan pesawat udara. “Mengubah prilaku masyarakat agar disiplin itu tidak mudah, makanya kami berharap dukungan semua pihak, termasuk media,” katanya.