oleh

Menangi Piala Dunia Klub, Suarez: Kami Masih Lapar Gelar

Luis Suarez (net)
Luis Suarez (net)

YOKOHAMA – Lionel Messi menandai kembalinya ia dari cidera dengan gol brilian ketika Barcelona mengalahkan tim Argentina River Plate 3-0, untuk membuat klub Katalan itu memenangi Piala Dunia Klub untuk ketiga kalinya di Yokohama, Jepang, Minggu (20/12).

Raksasa Spanyol itu menyambut kembalinya Messi setelah mengalami masalah dengan batu ginjalnya, dan pemain asal Argentina itu mencetak gol melalui penyelesaian tajam pada menit ke-36 sebelum dua gol Luis Suarez menghancurkan harapan River.

“Kami datang kemari untuk memenangi gelar dan penting untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” kata Suarez, yang menjadi pemain terbaik di turnamen ini dan memenangi penghargaan sepatu emas setelah menyelesaikan turnamen dengan lima gol.

“Kami tetap tenang dan memainkan permainan kami sampai Leo mencetak gol pertama. Lebih dari gol-gol saya, itu penting untuk meletakkan tangan-tangan kami kepada trofi.”

Neymar yang kembali ke timnya setelah mengalami cedera pangkal paha, menjadi sosok penting pada gol pembukaan Barcelona, di mana ia menyambut umpan silang Dani Alvs untuk kemudian menyodorkannya ke Messi yang menaklukkan kiper River Marcelo Barovero dengan sepakan kaki kiri.

Suarez yang mengemas trigol saat Barca menang 3-0 di semifinal atas Guangzhou Evergrande, mencetak gol kedua melalui sepakan mendatar saat babak kedua telah bergulir empat menit.

Mantan penyerang Liverpool itu mengemas gol keduanya malam ini ketika ia menanduk umpan silang Neymar untuk menembus gawang yang dikawal Barovero.

Tim inti River Plate bernilai sekitar enam juta dolar, sedangkan Barcelona membayar 85 juta dolar untuk seorang Suarez, dan perbedaan besar itu terlihat jelas.

“Messi dan Neymar ingin bermain di final, tidak peduli apa yang akan terjadi,” kata Suarez. “Hal itu memperlihatkan pengorbanan yang terdapat di grup, bahwa mereka akan melakukan apapun untuk dapat bermain.”

Pemain Uruguay itu memperingatkan bahwa Barca masih lapar akan kesuksesan yang lebih besar lagi.

“Setelah kompetisi seperti ini, mayoritas tim-tim mengalami penurunan,” ucapnya. “Namun kami haus menghindari hal itu dan kami memiliki hasrat untuk memengi gelar-gelar dan menjadi tim terbaik di dunia.”(aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait