oleh

Tebar Kasih, Polri dan TNI Menuai Cinta Rakyat

Oleh: Aci Indrawadi
Wartawan Hariansinggalang/hariansinggalang.co.id

PADANG – Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Cepi Noval menerima Penghargaan Polisi Teladan Penggerak Revolusi Mental dan Pelopor Tertib Sosial di Ruang Publik di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumatera Barat pada Kamis (7/11/2019) lalu.

Penghargaan itu atas Keputusan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Fakhrizal dengan nomor KEP/297/IX/2019. Cepi yang saat ini menjabat Kapolres Pesisir Selatan dinilai berhak atas reward tersebut saat bertugas sebagai Kapolres Padang Panjang (16 Desember 2016-19 September 2019).

Usai menerima penghargaan tersebut, Cepi mengatakan apa yang diterimanya berkat dukungan dan kerja keras dari semua elemen terkait, terutama anggota Polres Padang Panjang. Ke depan hal positif yang telah dilakukan selama bertugas di Padang Panjang akan terus dijalankan di Polres Pesisir Selatan, termasuk dengan membuat terobosan–terobosan kreatif lainnya, khususnya penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik. “Sebagai anggota kepolisian kita harus mampu berikan teladan yang terbaik di tengah masyarakat,” katanya.

Agaknya penghargaan itu pantas diterima pria kelahiran Purwakarta 26 November 1976 silam ini. Betapa tidak, selama menjabat Kapolres Padang Panjang ia dikenal dekat dengan masyarakat. Bahkan pada 5 Mei 2018 lalu Cevi dianugerahi gelar adat oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lareh Nan Panjang. Dengan gelar adat itu ia diangkat sebagai anak dan kemenakan (bagian dari keluarga) warga setempat.

Sejumlah ninik mamak (tokoh adat) dari Lareh Nan Panjang pun ikut mengantar lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1999 tersebut ke Pesisir Selatan saat ia pindah tugas sebagai Kapolres di daerah pesisir Sumatera Barat itu.

Kedekatannya dengan masyarakat juga tergambar saat serah terima jabatan di Mapolres Padang Padang pada Sabtu (22/9/2019). Di tengah prosesi acara seorang gadis kecil berjilbab biru hitam menerobos barisan polisi. Sambil menangis, gadis yang menjinjing bungkusan di kepalanya langsung menyalami Cepi. Sang Kapolres beberapa kali mengusap kepala gadis tersebut.

“Saya minta maaf kalau saya banyak salah, banyak dosa ya. Kamu harus sekolah terus, berusaha terus. Insya Allah Kapolres yang baru lebih baik. Kamu nanti ketemu Kapolres baru,” kata Cepi berlinang air mata.

Suasana itu membuat orang yang ada di sekelilingnya terenyuh. Polisi dan undangan yang hadir dalam acara itu tak sedikit yang ikut meneteskan air mata. Gadis tersebut ternyata seorang penjual onde-onde (makanan khas Sumatera Barat). Cepi mengaku selalu memborong habis onde-onde yang dijual gadis kecil yang kemudian diketahui bernama Larasantika itu.

Kisah Cepi Noval dengan bocah penjual onde-onde itu pun viral melalui video yang diunggah akun Instagram @humas_polres_padang_panjang pada Minggu (23/9/2019). Bahkan turut menggugah Deddy Corbuzier untuk mengundangnya di Talk Show Hitam Putih. Keduanya pun kembali bertemu Rabu (2/10/2019) malam di stasiun Televisi Trans 7.

Blusukan ke Pasar
Cepi Noval pun melanjutkan hal yang positif dilakukan saat menjabat Kapolres Padang Panjang. Belum genap seminggu bertugas sebagai Kapolres Pesisir Selatan, ia blusukan ke Pasar Inpres Painan, Jumat (27/9/2019).

Kedatangannya pun disambut hangat pedagang. “Terima kasih banyak Pak Kapolres, baru datang ke Pesisir Selatan langsung mengujungi kami,” ujar seorang pedagang.

Mereka mengaku senang dikunjungi Kapolres baru. Sebab, katanya jarang-jarang pejabat datang ke pasar kecuali untuk kegiatan tertentu saja. “Kapolresnya baik. Kabarnya beliau juga taat beragama. Semoga beliau bisa lebih sukses lagi di Pessir Selatan,” kata Riri salah satu pedagang.

Didampingi sejumlah pejabat Polres, Cepi mengaku sengaja mengunjungi pedagang untuk menjalin silaturahim dan berkenalan langsung dengan masyarakat. “Ya kenal dekat dengan masyarakat. Tentu dengan tujuan silaturahim. Kita ajak seluruh masyarakat ikut bersama-sama menjaga Kamtibmas,” tuturnya.

Cepi juga rutin mengunjungi sejumlah masjid setiap Jumat. Dalam program yang ia namakan ‘Mancaliak Dunsanak’ (Bertemu Keluarga) ini selain bersilaturahim, ia juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibnas kepada masyarakat.

Terobosan lain yang dilakukannya adalah melaksanakan Salat Jumat di dalam sel bersama  tahanan dengan mengikutkan para perwira Polres. Kegiatan ini ia lakukan bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pesisir Selatan.

Beberapa kegiatan keagamaan yang melibatkan para tahanan juga diintensifkan seperti membaca Alquran dan santapan rohani. Cepi berharap dengan kegiatan keagamaan seperti ini kelak jika para tahanan usai menjalani hukuman, bisa membuka jalan hati mereka kembali ke jalan yang benar, dan tidak mengulangi perbuatannya.

Kasi Penyelenggara Syariah Kemenag Pessel, Hendri Nalfinas mengapresiasi terobosan itu. Pihaknya akan mendukung kegiatan ini, dan akan mengutus ustadz untuk memberikan ceramah agama di dalam sel tahanan.

Kiprah perwira menengah Polri itu juga mendapat apresiasi dari Ketua Pengurus Wilayah Al Washliyah Sumatera Barat, Nurkhalis. Menurutnya, sikap dan kedekatan dengan masyarakat melahirkan rasa cinta masyarakat terhadapnya. “Tidak hanya Pak Cepi Noval, banyak anggota Polri dan TNI lainnya begitu dekat dan berbuat terbaik untuk masyarakat, sehingga masyarakat mencintainya ,” ujar Nurkhalis, Minggu (10/11/2019).

Selain dalam melaksanakan tugas dan fungsinya kata Nurkhalis, tak sedikit anggota Polri dan TNI yang mengundang simpati. “Banyak anggota Polri dan TNI yang membangun pesantren, musala dan tempat ibadah lainnya. Ada yang nyambi jadi guru mengaji, dan guru di daerah terpencil dan banyak lagi,” katanya.

Hal-hal seperti itu katanya melahirkan kedekatan antara Polri dan TNI dengan rakyatnya yang ujung-ujungnya mempererat persatuan bangsa dan negara untuk kemajuan dan kemakmuran bersama.

Hal yang sama juga diutarakan Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumatera Barat, Defika Yufiandra. Di berbagai kesempatan katanya, Polri dan TNI sudah menegaskan tidak akan dapat berbuat maksimal tanpa dukungan masyarakat. Begitu juga sebaliknya, kehadiran Polri dan TNI membuat masyarakat aman dan nyaman.

Memang katanya, ada juga perilaku oknum yang merusak citra kedua lembaga negara itu. Tindakan-tindakan demikian membuat masyarakat tidak bersimpati, namun Polri dan TNI sudah memiliki pola dan strategi pembinaan untuk mengatasi hal itu.

Menurutnya, kuncinya adalah keteladanan pemimpin. “Jika pemimpinnya memberikan teladan yang baik, maka jajarannya ke bawah akan baik juga. Begitu juga sebaliknya. Untuk itu kita berharap para pemimpin Polri dan TNI tetap harus memberikan taeuladan yang baik ke bawahannya, agar kedekatan dan saling cinta dengan masyarakat terus terbangun dengan baik ke depannya.

Loading...

Berita Terkait