Tak Berkategori  

Mengaku Dihubungi Irman Gusman, Dirut Bulog Mengaku Tak Ditekan

Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaimi dan Kasi Penjualan Bulog Divre Sumbar Suhardi menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap kuota impor gula di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/12). (antara foto)
Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Kepala Bulog Divre Sumbar Benhur Ngkaimi dan Kasi Penjualan Bulog Divre Sumbar Suhardi menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus suap kuota impor gula di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (20/12). (antara foto)

JAKARTA – Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog), Djarot Kusumayakti mengakui dihubungi Ketua DPD Irman Gusman terkait harga gula yang cukup tinggi di Padang. Perbincangan itu dilakukan melalui saluran telepon pada 22 Juli 2016, beberapa hari setelah Idul Fitri.

“Isinya kurang lebih beliau mengatakan baru pulang dari Padang, kemudian menginformasikan bahwa di Padang harga gula cukup tinggi, kemudian menginformasikan pengusaha yang baik yang bisa dipakai untuk membantu distribusi,” kata Djarot saat menjadi saksi untuk Irman Gusman di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Selasa (20/12).

Menurut Djarot, dia tak lantas mengiyakan permintaan Irman. Dia pun mencari informasi apakah benar Memi atau yang disapa Meme itu seorang pengusaha gula. “Intinya saya ingin mencari tahu siapa Meme yang sebenarnya. Kemudian saya juga telepon ke Kadivreg saya di Padang. Saya mengorek dia apakah pengusaha betulan atau bukan. Yang saya tangkap, dia pengusaha bahan pokok di sana,” ujar Djarot.

Kadivre Bulog Sumbar yang dihubungi Djarot adalah Benhur Ngkaimi. Benhur mengkonfirmasi bahwa benar Meme adalah pengusaha gula di Sumbar. “Saya telepon Kadivre, kurang lebih saya sampaikan ada pengusaha namanya Meme, kawannya Pak Irman Gusman di Padang. Apakah Benhur kenal dengan dia, jawabannya kenal. Dia adalah salah satu pengusaha yang terbesar di sini untuk gula,” tutur Djarot.

Djarot kemudian meminta Benhur menindaklanjuti permintaan Meme. Awalnya, berdasarkan data yang didapat Meme mengajukan permintaan pembelian gula impor 3.000 ton. Hanya saja pada akhirnya disepakati 1.000 ton saja. “Saya menyampaikan ke Benhur, kalau begitu ditindaklanjuti saja apa yang menjadi permohonan dia.

“Menindaklanjuti apa?” tanya hakim Anshori Sarifudin. “Menindaklanjuti permohonan untuk membeli dan menyalurkan gula yang ada di Bulog. Setelah saya lihat dokumen yang diajukan 3.000 ton. Kalau untuk jumlah sepenuhnya kewenangan dari tim yang ada,” jawab Djarot.

Djarot juga membantah menerima sesuatu ketika mengurus rekomendasi mantan Ketua DPD Irman Gusman untuk menyalurkan gula di Sumbar melalui CV Semesta Berjaya milik terdakwa Xaveriandy Sutanto dan istri, Memi.

Kata Djarot, tanpa rekomendasi siapapun bisa mendistribusikan gula asalkan syarat-syarat dari Direktur Operasional Bulog terpenuhi. Dia beralasan kala itu memang tengah membutuhkan mitra untuk mendistribusikan gula dengan segera.

Di tengah jalannya persidangan, nampak anggota DPD RI Jateng Bambang Sadono menemani Irman Gusman. Kehadiran Bambang tak lain sebagai support seorang sahabat. Sebelum sidang dimulai Bambang sempat menemui Irman Gusman.

Ditemui di luar sidang, Bambang menegaskan jika dirinya masih tidak yakin dengan apa yang dituduhkan kepada Irman Gusman. “Saya berharap semua ini cepat selesai, pak Irman orang baik tidak mungkin lah seperti itu, apa lagi angkanya tidak masuk akal,” ungkap Bambang.

Bambang pun berharap sahabatnya itu bisa tabah dan kuat menghadapi perjalanan sidang yang masih berjalan. “Sebagai warga negara yang baik kita ikuti saja proses hukum yang sedang berjalan, hanya saja saya berharap apapun keputusannya nanti tidak memojokkan dan memberatkan pak Irman,” jelasnya. (rel)