Sumbar  

Mengenal Perjuangan Harimau Kuranji melalui Lintas Alam

Ketua DPRD Sumbar, Supardi saat disambut pada pembukaan Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji, Jumat (25/11/2022).Ist

PADANG – Penting mengenalkan perjuangan Batalyon Harimau Kuranji pada generasi muda. Karena keberadaan Batalyon ini menjadi salah satu rantai perjungan yang dimiliki Sumatera Barat.

Untuk itu, Anggota DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman melalui dana pokok-pokok pikirannya menggelar kegiatan Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK).

Lomba tersebut dibuka langsung Ketua DPRD Sumbar Supardi, Jumat malam (25/11/2022) di depan Kantor Kerapat Adat Nagari Pauh IX, Kuranji Kota Padang.

Panpel LLA-TJPHK Desvita Murni mengatakan, kegiatan tersebut untuk mengenang kembali, nilai nilai sejarah perjuangan pejuang pejuang di Sumbar khususnya Harimau Kuranji dari Kota Padang,dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

“Yakni dengan menelusuri kembali rute perjalanan pejuang dan pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan dalam kegiatan Lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji (LLA-TJPHK)tahun 2022 ini,” ungkap Desvita.

Dikatakan Desvita, lomba Lintas alam ini dilaksnakan melalui Pokir anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, yang diikuti sedikitnya 308 orang peserta. Dengan mengambil rute pejuang Batalyon Harimau Kuranji

Ketua KAN Pauh IX Kuranji Kota Padang Suardi Dt Rj Bujang mengatakan, sebagai ninik mamak cukup mendukung kegiatan yang diusung anak nagari Pauh IX yang duduk sebagai anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman. Yakni, dilaksanakan melalui pokok pokok pikiran (Pokir) Evi Yandri.

“Diharapkan, anak kamanakam di Pauh IX Kuranji jangan melupakan sejarah perjuangan Harimau Kuranji,” ujar Suardi.

Anggota DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman mengatakan, mengapa kegiatan ini mengambil perjuangan Batalion Harimau Kuranji, karena didasari Sumbar memiliki banyak pejuang, termasuk Bung Hatta.

Perjuangan Harimau Kuranji dengan pentolan Kolonel Ahmad Husein, yang memiliki basis perjuangan di kawasan Kuranji. Karena, konsentrasi pejuang di Kota Padang terusik dengan kedatangan Tentara Sekutu, diboncengi Belanda

Kenapa, pejuang Harimau Kuranji mengambil inisiatif berbasis di sisi Bukit Barisan di kawasan Kuranji, karena tak telepas dari alamnya yang sangat mendukung melakukan perjuangan dengan sistem gerilya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi mengatakan, setiap sejarah ada zamannya, namun tak terbantahkan kadang terllupakan keturunan dan anak anak dari pejuang tersbut sekarang. “Jika dipeehatikam dari para pejuang itu mereka tak memiliki harta, pusaka seperti sawah dan lain, maka kerunan mereka butuh perhatian dari pemerintah,” ujar Supardi.

Dikatakan, hingga sekarang, dengan keberadaan PRRI memang cukup membuat trauma mayarakat Sumbar, karena dicap sebagai pemberontak. Tapi, jika dianalisa PRRI bukanlah sebuah pemberontakan. Akan tetapi sebuah bentuk dari sikap kritis orang Sumbar terhadap pemerintah pusat saat itu. Saat itu masyarakat Sumbar termasuk Ahmad Hosein.

Diharapkan, ke depan dalam memperingati perjuangan Harimau Kuranji dengan kegiatan lomba Lintas Alam Telusur Jejak Perjuangan Harimau Kuranji ini saja. Perlu ditingkatkan ke bentuk bentuk kegiatan lebih bermakna lagi. “Sehingga, kita jangan menjadi tamu di negeri kita sendiri, “ucap Supardi.(yose)