Tak Berkategori  

Menko Luhut: Lebih Banyak Plastik di Laut dari pada Ikan

Pemandangan sampah di Pantai. (desrian)

 

Pemandangan sampah di Pantai. (desrian)
Pemandangan sampah di Pantai. (desrian)

JAKARTA – Jika tak diatasi segera, sampah plastik bisa menjadi masalah yang super genting di Indonesia. Banyaknya sampah plastik yang gagal dikelola dengan baik membuat limbah padat tersebut terbuang ke laut. Akibatnya laut tercemar.

“Karena beratnya masalah, terutama masalah sampah plastik di laut, kita tidak memiliki kehebatan jika hanya berbicara tanpa tindakan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan dalam National Conference On Waste To Energy di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Luhut mengingatkan dampak negatif yang diakibatkan sampah plastik yang mencemari laut cukup serius. Selain berbahaya bagi kelangsungan hidup biota laut, juga berbahaya bagi manusia yang mengkonsumsi hasil laut.

“Ada lebih banyak microplastic di laut daripada bintang di langit, dan akan
jadi lebih banyak plastik di laut daripada ikan pada tahun 2050 jika kita tidak melakukan apapun mengenai hal ini. Kita tidak bisa hanya berdebat dan tidak melakukan apapun,” paparnya.

Tentu, jika itu terjadi akan bertentangan dengan komitmen Pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mengurangi sampah plastik di laut.

“Presiden Jokowi berjanji untuk mengurangi kontribusi Indonesia terhadap puing-puing plastik di laut sebesar 70% sebelum 2025,” jelasnya. Untuk melakukan tindakan itu, Luhut menyebut dibutuhkan kebijakan yang terukur dan pendekatan yang komprehensif. Sehingga diharapkan komitmen tersebut dapat terwujud.

“Indonesia juga telah memainkan peran penting dalam mengatasi masalah puing-puing plastik laut di tingkat global seperti Konferensi Samudra di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Juni yang lalu,” tandasnya. (aci)

agregasi okezone1