oleh

Menuju RS Syariah, Dapur Gizi Ibnu Sina Raih Sertifikat Halal

PADANG – Dapur Gizi Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang kini telah bersertifikat halal. Sertifikat yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat yang menyatakan aneka makanan dan minuman yang disediakan rumah sakit itu halal menurut hukum islam.

Penyerahan sertifikat dengan nomor LP.POM-MUI 13350019701218 itu dilakukan di sela-sela seminar nasional HUT Emas – 50 tahun Yarsi Sumbar di UPI Exhibibition Hall, Padang, Rabu (30/10). Direktur RS Ibnu Sina Padang, Efrizon Amir pun pasang target 2020 menjadi rumah sakit syariah.

Elfizon Amir mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya mengedepankan pelayan secara islami.
“Sertifikat halal ini bukti bahwa makanan yang kita kita sediakan kehalalannya sudah terjamin mulai dari mendapatkan bahan hingga proses penyajiannya kepada pasien. Kita melakukannya sesuai standar halal MUI,” katanya.

Pada sempatan yang sama sertifikat serupa juga diberikan kepada RS Ibnu Sina Bukittingi, Payakumbuh dan Padang Panjang.

Pada seminar nasional dalam rangka memeriahkan setengah abad usia Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Sumbar tersebut mengangkat tema “Mohammad Natsir dan Revitalisasi Spiritual Leadership Yarsi untuk Kesehatan dan Kecerdasan Bangsa,”

Hadir sebagai keynote speaker Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang membahas tentang ketokohan Mohammad Natsir dan revitalisasi spiritual leadership dalam pengembangan RS Islam di Sumbar. Pembicara lain Prof. Sukree Langputeh dari Thailand, Ketua Mukisi Pusat Masyudi, Ketua pengurus Yarsi Sumbar Prof Zainul Daulay, dan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Pusat Mohammad Siddik.

Dalam salah satu materinya Prof. Sukree Langputeh mengungkapkan ekonomi syariah itu sejatinya adalah Rukun Islam. “Shadatain itu educational ekonomi, sholat itu textile economy, siyam food industrial economy, zakat sosial finance economy dan Hajj halal expo,” katanya.

Sementara itu Ketua Mukisi Pusat, Masyudi mengatakan bahwa Islam harus diperjuangakan dan cara terbaik adalah dengan berdakwah. “Tiga hal yang harus dimiliki adalah Ilmu pengetahuan, ekonomi dan pelayanan kesehatan,” ungkapnya. (rahmat)

Loading...

Berita Terkait