oleh

Merry Basril Kunjungi Petani Jagung di Pasaman Barat

Caleg DPR RI, Merry Basril berdialog dengan petani jagung di Pasaman Barat. (Andika)

SIMPANG AMPEK – Petani jagung di Nagari Kinali, Kecamatan Kinali, Pasaman Barat berharap perhatian pemerintah. Sebab, selama ini mereka menjadi permainan tengkulak. Harga jagung di pasaran tinggi, tetapi mereka menjual selalu di bawah harga pasar.

Begitu disampaikan sejumlah petani jagung di Kinali saat mengadukan nasib mereka kepada salah seorang Merry Basril calon anggota DPR RI dari Partai NasDem, Senin (28/1) di Kinali.

“Pekan ini harga jagung memang membaik Buk, namun sayang kondisi ini tidak serta mereta membuat kami lega, karena harga beli pada petani sudah dapat dipastikan di bawah harga pasar,” ujar Midah, Ridho Hamdani dan sejumlah petani lainnya.

Sampai saat ini belum ada upaya pemerintah untuk mengayomi petani jagung, terutama dalam pembelian hasil panen dan harga. Belum ada badan atau koperasi yang khusus menampung hasil panen jagung. Apalagi dalam penyertaan modal.

Sehingga, rata-rata petani jagung dipaksa menerima titipan modal dari para tengkulak.

“Buktinya, harga jual hasil panen petani selalu labil seakan tidak terkendali. Pada prinsipnya, kami petani tidak menyalahkan tengkulak, karena keterikatan kami berlandaskan saling kepentingan, dimana setiap kebutuhan produksi petani mampu mereka fasilitasi. Malangnya, diakhir cerita kami para petani tetap menjadi korbannya, dengan menekan harga beli dan mempermainkan harga kebutuhan produksi seperti pupuk, benih dan lainnya,” ujar mereka.

Bantuan pemerintah itu ada namun bisa di hitung jari seperti bantuan bibit. Akan tetapi kualitasnya jelek. Buktinya banyak petani yang gagal panen memakai bibit bantuan itu.

“Kami berharap ada inovasi penanganan dan pengelolaan hasil tani oleh pemeirntah, bukan bantuan yang hanya datang sekali lalu hilang tanpa ada penanganan dan arah yang jelas. Coba bayangkan, untuk kinali mungkin 90% petani terikat oleh tengkulak, bagaimana untuk Pasbar, sedangkan kebutuhan jagung Sumbar hampir 80 % disuplai dari kabupaten ini, ” ujar mereka.

Menanggapi persoalan tersebut, Merry Basril yang juga didamping Azwir tokoh ninik mamak Kinali mengatakan, petani jagung di Pasaman Barat harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, agar kesejahteraan mereka meningkat. Harus ada pemetaan masalah, sehingga cepat dicarikan solusi.

Iapun berjanji untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat petani, Pasaman Barat khususnya. “Persoalan ini harus dicarikan solusinya, produksi jagung Pasbar besar, tetapi petaninya tidak sejahtera. Ini ada yang tidak benar, perlu dicari akar masalah dan diselesaikan,” ungkap Merry.

Ditambahkan Azwir yang juga Caleg DPRD Sumatera Barat dari Partai NasDem, bukan hanya persoalan harga beli jagung yang mesti jadi perhatian. Tetapi juga program pemerintah lainnya, terutama bantuan untuk keluarga kurang mampu. Sebab, dia melihat masih banyak warga Pasbar yang mestinya dapat bantuan, tapi kenyataannya nihil.

“Ini tentu akan menjadi perhatian kita nanti,” ungkapnya. (Dika/adek)

 

Loading...

Berita Terkait