Tak Berkategori  

Meski Tak Masuk Grand Final, ‘Lord’ Adi Disambut Hangat oleh Bupati Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Eka Putra dan istri menyambut peserta Masterchef Indonesia season 8, Adi, di gedung Indo Jalito, Selasa (24/8). (ist)

BATUSANGKAR – Bupati Tanah Datar Eka Putra menyambut kedatangan Chef Adi beserta keluarga di Gedung Indo Jolito, Batusangkar, Senin (23/08). Walaupun terhenti di 3 besar Progam Master Chef Indonesia (MCI) Season 8, Bupati Eka Putra memberi apresiasi yang tinggi keberhasilan ‘pahlawan’ Tanah Datar tersebut.

“Kami bangga dan sangat bahagia pencapaian Chef Adi. Walaupun tidak menjadi juara, tidak mengurangi apresiasi kita. Beliau membawa nama Tanah Datar semakin dikenal dan menjadi perbincangan di tingkat nasional,” sampai bupati didampingi Ketua TP PKK, Ny. Lise Eka Putra.

Bupati Eka Putra turut mendoakan langkah Chef Adi berikutnya semakin sukses.

“Kita semua mendo’akan yang terbaik untuk Chef Adi. Tetap semangat, jangan berpuas diri dan tetap rendah hati. Jangan pernah sombong,” harap bupati.

Bupati Eka Putra juga menyampaikan salam dari Wabup Richi Aprian dan isteri.

“Pak Wabup sering cerita ke saya tentang perjuangan Chef Adi. Beliau dan ibu titip salam, tidak bisa hadir dan turut bangga,” ucap bupati.

Sementara, Chef Adi juga mengaku senang diundang Bupati Tanah Datar datang ke Indo Jolito.

“Alhamdulillah, saya puas dengan capaian ini. Tidak menyangka bisa melangkah cukup jauh di MCI. Ini tentu tidak lepas dari doa dan dukungan keluarga, Sumatera Valounter dan masyarakat. Tidak masuk grand final adalah sebuah takdir. Namun ada catatan yang membanggakan, pertama kali dalam sejarah MCI, ada yang bisa 6 kali secara berturut-turut menang dalam tantangan juri,” sebut Lord Adi didampingi isteri Neli Sofia dan kedua putri Syifa (11 tahun) dan Tasya (13 tahun).

Adi yang diberi gelar ‘Lord’ oleh penggemarnya juga mengatakan kecintaannya ke Tanah Datar sebagai negeri asalnya.

“Saya balik ke Guguak Nagari Pariangan setelah merantau di Malaysia karena cinta kampung halaman. Saat ini tampil MCI juga saya bawa nama Tanah Datar, dan sempat pakai baju yang ada logo Tanah Datar. Awalnya dilarang, tetapi saya tetap bersikukuh,” terang Adi dengan logat khas Melayu.

Adi juga berharap juga akan lahir chef-chef baru di Tanah Datar yang bisa menggali kuliner khas daerah.

“Saya punya cita-cita Pariangan tidak hanya dikenal sebagai desa terindah dunia, tetapi juga dikenal punya kuliner yang diminati,” sebut Adi yang jago membuat spaghetti dan steak ini.

Turut mendampingi Adi, Ketua Yayasan Sumatera Voluenter Muhammad Husen dan Pembina Sumatera Valounter Syafril.

Turut hadir pula pada kesempatan itu, Plh Sekda Edisusanto, Kadis Parpora Abdul Hakim, Kabag Humas dan Protokol Yusrizal, Camat Pariangan Abdurrahman Hadi, Pj Walinagari Pariangan Mulkhairi dan Wali Jorong Guguak.

Seperti diketahui, Adi terdepak dari galeri Master Chef Indonesia Season 8 saat berebut posisi untuk grand final bersama peserta lainnya, Nadia. Sebelumnya, dalam tiga besar, ia masuk pressure test karena masakannya tak bisa menjadi yang terbaik dalam mengolah burung dara. Saat pressure test, menu dessert-nya berupa ketan cendol dawet dalam versi modern dinilai juri keasinan. Padahal, secara konsep, menunya unik dengan presentasi yang sangat menarik. (rn/*)