Tak Berkategori  

MIS Group Dorong Pertumbuhan Koperasi Digital di Indonesia  

Chief Information Officer MIS & CEO MDB Subhan Novianda, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. Rully Indrawan, Tedy Agustiansjah, MIS Group dan Irsyad Muchtar, Pakar Koperasi, saat Peluncuran PRAJA 2019 di JW Marriott, Jakarta Rabu (28/8). (smn)

JAKARTA – Dalam lima tahun belakwngan koperasi menunjukkan peningkatan signifikan, berkat kerja sama dari berbagai pihak. Reformasi total koperasi berhasil meningkatkan PDB Koperasi terhadap PDB Nasional. Pada 2014 PDB Koperasi hanya 1,71%, tahun 2018 meningkat menjadi 5,1%.

Kemudian berkembangnya koperasi skala besar yang memiliki usaha dan mutu layanan yang lebih baik, dan mendapatkan apresiasi dunia. Ini menjadi inspirasi bahwa koperasi dapat tumbuh dalam perekonomian modern melalui teknologi digital.

Saat ini adanya revolusi industri 4.0 setiap badan usaha harus mampu mengikuti perkembangan dunia digital. Revolusi terjadi dengan fokus pada Internet of Things (loT) dan Artificial lntellegence (Al).

“Untuk itu diperlukan gebrakan dalam mendorong kaum milenial memberikan terobosan baru di dunia koperasi dan bisnis model yang memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha masa depan,” kata Chairman Multi Inti Sarana (MIS) Group Tedy Agustiansjah, saat Peluncuran Praja 2019 di kawasan Kuningan Jakarta Rabu (28/8).

Koperasi menjadi pilar ekonomi bangsa Indonesia. Bahkan, saat terasa relevan dengan esensi bisnis zaman now, ekonomi kolaborasi. Ini menjadi strategis untuk dapat memahami koperasi dalam konteks tantangan kekinian dengan melakukan transformasi organisasi.

Disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM RI Prof. Dr. Rully Indrawan, koperasi saat ini tengah berada dalam fase menghadapi tantangan untuk melakukan reposisi. Dalam fase ini, sangat penting sebagai persiapan menghadapi tantangan reinkarnasi eksistensi organisasi koperasi.

Koperasi tidak hanya bercirikan berbentuk badan hukum. Namun harus dikembangkan dalam spirit kolaborasi yang menjadi pondasi perubahan model bisnis yang sedang terjadi Ekonomi Kolaborasi. Memanfaatkan teknologi digital model bisnis masakini yang banyak dilakukan oleh kaum milenial.

Ditambahkan oleh Chief Information Officer MIS & CEO Multi Inti Digital Bisnis (MDB) Subhan Novianda pihaknya, arahan Presiden Joko Widodo yang mendorong kegiatan perekonomian berbasis teknologi digital economic harus dengan mengubah paradigma bisnis, jika koperasi masih ingin bertahan dan eksis di era digital. Saat ini persaingan bisnis bergeser menjadi kemitraan bisnis.

Koperasi di era industri 4.0 harus memiliki website atau aplikasi yang memudahkan anggota dan pengurusnya saling berhubungan. Pelayanan kepada anggotanya dilakukan secara online. Pembelian barang, peminjaman, cek SHU, dan sebagainya saatnya dipermudah dengan layanan online.

MDB mengembangkan aplikasi finansial bagi koperasi secara online bernama coopRASl. Melalui aplikasi ini anggota dapat melihat simpanan. pinjaman, hingga Sisa Hasil Usaha (SHU) melalui smartphone. Diharapkan dengan aplikasi ini operasional koperasi dapat dilakukan secara digital dan praktis.

Berbagai kisah sukses koperasi dan kewirausahaan telah bermunculan dari Tanah Air. Lebih dari 400 karya jurnalistik pernah terkumpul dari puluhan media massa di Indonesia melalui ajang kompetisi PRAJA 2018 yang diinisiasi oleh Multi Inti Sarana Group (MIS Group), kelompok usaha yang memiliki komitmen mendorong tumbuhnya koperasi digital di Indonesia.

Tahun ini kompetisi Praja 2019 hadir kembali untuk menjadi jendela informasi dan inspirasi gerakan perkoperasian di Indonesia. Merespons proses transformasi ekonomi di Indonesia, yang ditandai oleh ketersediaan infrastruktur yang baik.

“Praja 2019 hadirkan bisnis positif koperasi yang selama ini luput dari pengamatan masyarakat. Bagi generasi milenial, koperasi dapat menjadi alternatif penumbuhan bisnis baru. Karena basisnya sudah lebih dulu tumbuh di tengah mereka, yaitu kekuatan komunitas,” jelas Irsyad Muchtar Pakar Koperasi.

Pada kompetisi PRAJA 2019 terdapat lima kategori yang dikompetisikan, Karya Tulis Jurnalistik, Karya Foto Jurnalistik, Karya Video Kreatif, Karya Tulis Blog, dan Ide Bisnis Koperasi. Karya yang diikutsertakan harus sudah dipublikasikan di media massa dan media sosial selama periode 1 November 2018 s/d 20 Oktober 2019.

Pendaftaran dan pengiriman karya dimulai sejak 28 Agustus sampai dengan 22 Oktober 2019 melalui microsite praja2019.multiintisarana.com. dengan total hadiah sebesar Rp204 juta.

Pemenang kompetisi PRAJA 2019 akan diumumkan melalui akun media sosial PRAJA 2019, Instagram @prajamisgroup, Twitter @prajamisgroup, dan Facebook PRAJA MIS GROUP, serta website multiintisarana.com. (smn)