Motif Rampas Ponsel Korban, Pelaku Pembunuhan di Ngalau Diringkus

PADANG PANJANG – Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di sebuah gudang kosong di Kelurahan Ngalau, Kecamatan Padang Panjang Timur, Padang Panjang pada 1 November lalu. Korban Yogi Melvin (23) meninggal karena dibunuh.

Warga RT 01 Kelurahan Payobasung, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh itu diduga kuat dihabisi MR (22) yang ditangkap Satreskrim Polres Padang Panjang pada 23 November lalu di Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok.

“Berkat kerja keras anggota kita, pelaku ditangkap pada 23 November lalu di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Pelaku adalah warga Kelurahan Koto Katiak, Kecamatan Padang Panjang Timur,” kata Kapolres AKBP Donny Bramanto dalam konferensi pers, Selasa (29/11) di di Mapolres setempat.

Kapolres yang didampingi Kabag Ops AKP P. Simamora dan Kasat Reskrim Iptu Istiklal menuturkan, saat ditemukan mayat korban dalam keadaan berlumuran daerah. Dilehernya ada luka tusukan senjata tajam. Dari temuan itulah polisi menduga keras bahwa korban merupakan korban pembunuhan.

Jajaran Satreskrim melakukan penyelidikan, yang akhirnya diperoleh nama MR sebagai terduga pelaku. Kerja keras polisi tak sia-sia, 3 minggu kemudian, tepatnya pada 23 November, MR berhasil ditangkap.

Kepada polisi, tersangka mengakui bahwa memang benar ia yang menghabisi nyawa korban. Ia menusuk leher bagian belakang korban dengan sebuah besi tipis yang ditajamkan dengan batu asahan. “Pelaku mengakui bahwa ia memang yang membunuh korban,” tegas kapolres.

Kasus pembunuhan itu bermula ketika korban menjual dua unit Iphone melalui marketplace. Pelaku yang melihat informasi itu kemudian menghubungi korban melalui ponsel. Namun pelaku bukannya berniat membeli, melainkan menguasai secara paksa. Buktinya, ketika membuat janji bertemu dengan korban di TKP, pelaku terlebih dahulu sudah menyiapkan sebuah besi tipis yang ditajamkan.

Saat bertemu di TKP yang sepi sekitar pukul 20.30 WIB, pelaku menusuk leher korban sebanyak dua kali. Lalu dua unit Iphone yang dibawa korban diambil pelaku dan dibawanya kabur. “Motifnya ingin menguasai barang milik korban secara paksa. Pelaku kita jerat dengan pasal 340 KHUP tentang pembunuhan berencana, yang ancaman hukum maksimalnya hukuman mati,” terang AKBP Donny.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain dua unit sepeda motor milik korban dan pelaku, pakaian korban, tiga ponsel dan barang bukti terkait lainnya. Hanya saja, besi yang digunakan pelaku menghabisi nyawa korban belum ditemukan.

“Kata pelaku, barang bukti itu dibuangnya ke sungai. Kemudian barang bukti lain berupa satu unit ponsel korban sudah dijual. Kita masih akan dalami kasus ini,” sebut kapolres. (205)