oleh

Motor Ditahan Polisi, Dua Pelajar Menangis

BUKITTINGGI – Dua pelajar di salah satu SMP di Bukittinggi menangis saat terjaring razia kendaraan di depan Mapolsek Kota Bukittinggi, Senin (8/7).

Ia menangis karena kendaraan yang dibawa tanpa seizin orangtuanya. “Saya takut sama orangtua saya. Sepeda motor yang saya bawa ini tanpa sepengetahuan orangtua. Sepeda motor ini bukan saya yang mengendarai, tadi kawan saya minjam, tahu-tahunya terjaring razia dan ditangkap. Kawan saya tidak punya SIM dan STNK motor ini tidak dibawa,” kata pelajar yang enggan menyebutkan namanya.

Karena merasa bersalah, kawannya yang meminjam sepeda motor pun ikut menangis. Tangisan kedua gadis yang menginjak remaja itu menjadi perhatian pengendara lain yang terjaring razia.

KBO Satlantas Polres Bukittinggi, Iptu Saherman didampingi Kanit Turjawali Ipda Ishar mengatakan, sepeda motor pelajar itu diamankan di Mapolres Bukittinggi karena pengendaranya tidak bisa menunjukkan STNK dan SIM. “Ya, sepeda motornya kita amankan dulu di Mapolres. Denda tilang silahkan dibayar di Bank BRI,” kata Saherman.

Ia menjelaskan, razia yang digelar di depan Mapolsek Kota Bukittinggi itu berhasil mengamankan 17 unit sepeda motor, 4 unit angkutan umum dan 2 unit kendaraan pikap serta menindak 10 SIM dan 13 STNK.

“Kendaraan yang kita amankan ini karena tidak dilengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK. Kebanyakan dari pengendara ini tidak melengkapi surat suratnya ketika berkendara,” terang Saherman. (gindo)

Berita Terkait