Tak Berkategori  

Mubes ke VII IKB Alumni UBH Berlanjut Tanpa Panitia

Mubes Alumni UBH.(ist)

PADANG –┬áTiga alumni melayangkan somasi kepada panitia pelaksana musyarawah besar (Mubes) ke VII, pemilihan ketua alumni Universitas Bung Hatta Padang. Tiga alumni itu meminta panitia untuk tidak melanjutkan mubes yang berlangsung Sabtu 18 September 2021.

Ketua Panitia Mubes VII Ikatan Keluarga Besar Alumni UBH Padang, DR. Zulherman S. T, MSc, dalam pers rilisnya yang diterima Singgalang, Senin malam (20/9) mengatakan mereka yang melayang somasi adalah Ardyan, SH, MH (anggota komisariat Fakultas Hukum), Husnul Hamdi (Denpasar Bali) dan Iffa Yusmadi, Spi (Jabodetabek).

“Pada intinya ketiga somasi tersebut meminta panitia SC dan OC serta DPP alumni IKB UBH pelaksana Mubes ke VII untuk tidak melanjutkan Mubes tersebut. Namun sebagian peserta memaksakan diri untuk tetap melanjutkan dengan segala risiko. Kami sebagai panitia hanya ingin menjaga nama baik alumni UBH, karena tidak elok jika pemilihan ketua alumni nantinya tidak sesuai prosedur dan aturan hukum. Jangan sampai berujung di pengadilan sehingga marwah dan nama besar UBH menjadi tercemar dan akan menjadi konsumsi publik,” kata Zulherman.

Disebutkannya, Mubes ke VII tidak dilanjutkan panitia karena tidak berjalan dengan baik sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Salah satu hal penting dari permasalahan tersebut adalah tidak tercapainya kuorum jumlah peserta Mubes. Seperti merujuk pada AD/ART pasal 10 jo Pasal 11 Jo pasal 12 ayat a, b dan c Jo pasal 15 ayat (13) tentang Mubes. Hal ini sangatkah penting untuk pengambilan suatu keputusan agar dalam menetapkan produk hukum, haruslah dengan aturan yang jelas dan legitimate.

“Tanpa adanya peserta pemilik suara yang sah, untuk mengikuti Mubes ke VII, aturan yang dikelaurkan secara otomatis batal demi hukum. Alasan lainnya adalah AD/ART adalah fondasi dan pedoman organisasi ke depan. Supaya polemik AD/ART dikemudian hari tidak akan terulang lagi,” sebutnya.

Menurutnya, selain alasan itu juga ada dugaan money politics yang dilakukan oleh salah satu kandidat untuk melancarkan dan memilih salah satu calon, agar menjadi ketua umum alumni. Hal tersebut sangat disayangkan panitia. Sebab seperti diketahui bersama, organisasi ini adalah organisasi kekeluargaan bukan organisasi politik yang mendahulukan kepentingan kelompok tertentu. Untuk meraup keuntungan sepihak dan tidak mencerminkan nilai-nilai kebunghataan.

“Dan yang paling penting adalah panitia tidak ingin hal ini menjadi budaya dalam pelaksanaan Mubes ke depan,” ujarnya menambahkan.

Kemudian, kata Zulherman, setelah dua pimpinan sidang mundur, maka panita SC dan CO memutuskan untuk menarik diri dalam pelaksanaan Mubes ke VII. Maka secara de facto pelaksanaan Mubes lanjutan adalah tanpa kehadiran panitia, dan tanpa dokumen adiministrasi dan dokumen persidangan serta hasil pembahasan komisi-komisi.

“Berdasarkan informasi yang terpercaya dalam sidang lanjutan, salah satu kandidat atas nama John Rizal menyatakan sikap untuk mundur dari pencalonannya. Sebab beliau pun dirasa sudah memahami kondisi yang terjadi dan merasa hal tersebut sudah tidak lega karena Mubes tidak dihadiri oleh panitia. Kemudian pengunduran diri Jon Rizal juga diikuti dua lembaga yaitu komuisariat PTSP dan FIB,” katanya.

Atas kondisi itu dengan segala pertimbangan yang ada, panitia Mubes menyatakan mengundurkan diri dari forum Mubes ke VII.

“Kami semata-mata hanya ingin menjaga nama baik alumni UBH yang membawa nama baik Sang Proklamator,” ungkapnya.

Kronologis

Pada Sabtu (18/9) dilaksanakan Mubes ke VII Keluarga Besar Alumni UBH Padang pada pukul 07.00 WIB. Dalam mUbes itu beberapa proses dan tahapan, sesuai dengan pembagian tugas yang diserahkan ke masing-masing bidang kepanitiaan. Proses pertama pendaftaran peserta Mubes.

Sebelum dilaksanakan pendaftaran masing-masing peserta Mubes ke VII membawa surat mandat peserta dari lembaga perwakilan alumni di daerah dan komisariat, yang sudah ditandatangani dan berstempel asli.

“Setelah pencocokan data dari surat mandat dan KTP masing-masing peserta, selanjutnya panitia telah memberikan seminar KIT dan kokardes yang berisi seluruh bahan Mubes ke VII,” terang Zulherman.

Pada saat pendaftaran panitia mendapat kabar bahwa Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah tidak bisa hadiri dikarenakan adanya laporan akan terjadi demo dan pembatalan acara Mubes oleh alumni lain. Panitia pun menghubungi dan memberi penjelasan, namun gubernur memutuskan tidak hadir dan menunjuk perwakilannya.

setelah pembukaan selesai, dilanjutkan dengan acara inti sidang pleno I yang dipimpin oleh SC dan OC dari panitia pelaksana, Yosef Rahmadi SE, Hanky Mustav Sabarta, SH, MH dan DR Zulherman, ST, MSc, menetapkan jadwal acara. Kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno I yang kedua penetapan tata tertib mubes dan sidang pleno I yang ketiga yaitu penetapan pimpinan sidang dan telah ditetapkan pula masing-masing perwakilan pimpinan sidang dari SC, DPP, DPD dan komisariat. Maka jumlah pimpina sidang lima orang dari berbagai perwakilan.

“Sidang pleno I selesai lalu dilanjutkan dengan sidang pleno II dengan laporan pertanggungjawaban DPP IKB Alumni UBH tahun 2016-2021. Ini disampaikan langsng oleh Ketua UMUM, kemudian pimpinan sidang meminta komisi agar menyampaikan tanggapan dalam sidang komisi yang terbagi menjadi lima,” terang Zulherman.

Pada sidang komisi II terjadi perdebatan antar anggota komisi II yang menarik perhatian adalah pembahasan mekanisme masa kepemimpinan yaitu , ada yang mengusulkan satu periode dan dua periode. Maka telah ditetapkan melalui sistem voting diputuskan perolehan suara, untuk masa kepemimpinan hanya berlaku satu periode. Lalu sidang komisi dari I sampai V selesai dilaksanakan hingga pukul 23.00 WIB.

Minggu, 19 September 2021, sidang dilanjutkan dengan agenda laporan dari masing-masing sidang komisi.

“Sebelum agenda sidang dimulai pimpinan memastikan jumlah peserta. Apakah memenuhi kourum atau tidak. Dari 32 lembaga yang sah, hanya 14 yang hadir. Dan peserta yang sah juga tidak mencukupi untuk kuorum sesuai AD/ART. Karena tidak tercapainya kuorum meski sudah dilakukan skorsing sidang 2 x 10 menit. Kemudian pimpinan sidang melakukan musyawarah untuk memutuskan jalannya sidang,” terang Zulherman.

Kemudian, sidang lanjut dengan kondisi tidak terpenuhinya kuorum baik secara kelembagaan namun secara personal peserta penuh, sebagaimana dimaksud dalam pasal 10 Jo pasal 11 jo pasal 12 ayat a,b dan c Jo pasal 15 ayat 13 tentang Mubes. Saat itulah dua dari lima pimpinan sidang menyatakan mengundurkan diri sebagai pimpinan sidang, yaitu dari SC dan DPP. Alasannya Mubes tidak memenuhi quorum dan tdk sesuai ad art serta tidak terlaksana dengan baik sesuai aturan yang ditetapkan. Adanya somasi dari berbagai pihak dan adanya dugaan money politik.(yuke)