oleh

Muhammadiyah Tuntut Direktur Pusako Minta Maaf

PADANG – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Sumbar menyayangkan pernyataan Direktur Pusat Study Konstitusi (Pusako) Universitas Andalas, Feri Amsari yang menyudutkan Amien Rais dengan pernyataan “Amien Rais dari guru bangsa turun menjadi provokator bangsa” pada acara Mata Najwa.

“Pernyataan Feri itu mengganggu kami sebagai Kader Muhammadiyah, sehingga menimbulkan kegaduhan di internal Muhammadiyah,” Ketua Majelis Pembinaan Kader PW Muhammadiyah Sumbar, Murisal dalam konfrensi pers di Padang, Sabtu (26/5).

Sebagai ASN katanya, seharusnya ia netral. Dari segi perjuangan reformasi Amien Rais adalah tokoh reformasi. “Kehadiran kita hari ini karena tadi malam kita rapat maka hari ini kita jumpa pers,” lanjutnya.

AMM mengingatkan Feri Amsari dengan cara elegan. “Kita menunggu respon dari Feri Amsari. Jika tidak diindahkan tidak menutup kemungkinan akan melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,” tuturnya.

Ketua PW. Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul bersama sekretaris dan para wakil ketua mengatakan jumpa pers itu merupakan perwujudan tanggung jawab sebagai kader Muhammadiyah untuk menjaga marwah Muhammadiyah dan marwah tokoh muhammadiyah. “Prof Amin Rais adalah tokoh Muhammadiyah yang merupakan tokoh bangsa yang sudah banyak berkontribusi positif terhadap negara kesatuan Republik
Indonesia ini.

Saya selaku kader Muhammadiyah dan saat ini sebagai Ketua Pemuda muhammadiyah Sumatera Barat ia menilai pernyataan Feri di acara mata Najwa Trans 7 itu kurang beretika dan sudah keterlaluan dan tidak mencerminkan beliau sebagai akademisi yang merupakan tenaga pendidik di Sumatera Barat, di mana Sumbar sangat menjunjung
tinggi raso jo pareso dan nilai ABS-SBK. Pak Amien Rais adalah tokoh bangsa dan pernah jadi ketua MPR. Tidak sewajarnya kata-kata seperti dilontarkan oleh saudara Feri Amsari,” tegasnya

Ia menyarankan kepada Feri meminta untuk minta maaf kepada Amien Rais dan kepada keluarga besar Muhammadiyah. “Ini murni gerakan solidaritas dan tanggung jawab kami selaku kader Muhammadiyah karena beliau tokoh Muhammadiyah bukan untuk kepentingan politik. Kita ingin menngingatkan kepada saudara Feri dengan gaya Muhammadiyah yang mengedepankan akhlaq dan kesantunan,” terangnya.

“Silahkan mengkritik tetapi dengan cara bil hikmah wal mauizatil hasanah dengan baik dan bijaksana dan bukan berujar menyudutkan dan meremehkan tokoh sekelas pak Amien,” ujarnya.

Ketua DPD IMM Sumbar, Ihya Rizqi menilai Dosen Fakultas Hukum Unand itu ugal- ugalan bahasanya jatuhnya ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Seharusnya kata itu tidak disandingkan. Jika tidak digelorakan itu karena Pak Amien, perjuangan reformasi karena reformasi jasa pak Amin Rais,” tuturnya.

Sementara Sekaretaris PW IPM Sumbar, Asyakri Rizal mengemukakan penyataan ini tidak pantas, karena beliau seorang pendidik. “Kami menyarankan Feri Amsari minta maaf dan menarik kata-katanya. “Kami tidak ingin kejadian yang sama terulang kembali. Tidak hanya untuk pak Amin Rais tetapi juga tokoh Muhammadiyah lainnya,” ucapnya.

Sekretaris DPW HW Sumbar, Zulfakhri juga menyayangkan hal itu. “Kami minta kepada Feri Amsari meminta maaf kepada Pak Amien dan kepada Muhammadiyah. Jangan sampai hal yang lain terjadi kepada Feri,” tegasnya

Perwakilan Nasyiatul Aisyiyah, Lidya Komala Sari mengatakan “Dari guru bangsa turun menjadi provokator bangsa” tidak pantas diucapkan Feri Amsari. “Tidak layak bagi seorang aktivis dan pengamat hukum melakukan ungkapan ujaran kebencian. Kami warga Nasyiatul Aisyiyah meminta Feri untuk minta maaf kepada pak Amin dan
Muhammadiyah di seluruh media,” tandasnya.

Sementara Feri Amsari yang dihubungi membantah hal tersebut. “Saya tidak pernah menghina Muhammadiyah,” ujarnya singkat. (rahmat)

Loading...

Berita Terkait