oleh

Mujtahid Sayangkan Pernyataan Arab Saudi

JAKARTA -Mujtahid Hashem dari Red-White Holy Guards menyayangkan pernyataan pemerintah Arab Saudi agar sejumlah pihak tidak mencampur adukkan urusan politik dan agama dalam hal penyelenggaraan ibadah haji.

“Menurut saya, ketika Arab Saudi mengatakan hal itu, berarti Arab Saudi sudah menyatakan perbuatan politik. Ibada haji tidak sekedar ritual saja. Tapi, saat pertemuan manusia dari seluruh penjuru dunia, amatlah bagus untuk bicarakan, apa yang akan dilakukan umat muslim ke depannya?,” ucap Mujtahid kemarin di bilangan Poltangan, Jakarta.

Selain itu, sikap Arab Saudi melarang dan menekan beberapa negara muslim tidak diizinkan melaksanakan ibadah haji, seperti warga, Yaman, Suriah, dan Qatar, tidak benar. Alasannya, kewajiban haji merupakan perintah Allah SWT dan menjadi Rukun Islam yang kelima.

“Pembatasan ini jelas karena politik Arab Saudi yang bermusuhan dengan negara tersebut bahkan melakukan agresi militer ke Yaman,” ujar Mujtahid Hashem.

Mujtahid pada hari sebelumnya pada diskusi publik di Komunitas Budaya Guntur 49, Menteng, Jakarta, yang dihadiri Hasyim Habsi dari Haramain Watch dan Habib Agus Abu Bakar Arsal dari Indonesian Committee for Hajj Administration.

Selain masalah politik, karena motif materi juga. Saudi melakukan komersialisasi haji secara massif dengan visa haji dan umrah, visa haji progresif, jual beli visa non-kuota yang sangat mahal, izin berbayar memasuki Makkah. (Dudung)

Loading...

Berita Terkait