Mulyadi Dorong Pembangunan Batang Anai II demi Ribuan Petani

Mulyadi didampingi Bupati Ali Mukhni mendengarkan penjelasan Kepala BWSS VV (ketika dijabat, Adek Rizaldi terkait pembangunan Irigasi Batang Anai II saat berkunjung ke sana. (ist)

PARIK MALINTANG – Pembangunan Irigasi Batang Anai II, Padang Pariaman kini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama petani. Tadinya bersawah hanya mengandalkan air hujan dan bertanam padi hanya sekali setahun, sekarang tidak lagi.

“Sekarang kami sudah bisa panen dua kali setahun. Bahkan ada yang bisa tiga kali panen dalam setahun, tergantung bibit yang dipakai. Bagi kita ini berkah. Irigasi Batang Anai membuat produksi padi kami melimpah,” kata Naldi, seorang petani di Kenagarian Pauh Kamba, Kecamatan Nan Sabaris.

Petani lain, Def, di Kenagarian Sungai Laban, Kecamatan Nan Sabaris yang juga dilewati jaringan sekunder irigasi Batang Anai II, mengungkapkan hal senada. Dia dan ratusan petani lain di kawasan itu, bahagia dengan hadirnya, irigasi Batang Anai II.

Bupati Ali Mukhni ketika meninjau pekerjaan pembangunan Irigasi Batang Anai II di Kenagarian Pauh Kambar, Kecamatan Nan Sabaris, bersama Mulyadi (saat itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI) dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V (ketika dijabat Adek Rizaldi) mengaku proyek ratusan miliar itu akan mengairi sawah masyarakat sekitar 7.000-an hektare.

“Ini artinya, produktivitas hasil pertanian meningkat. Taraf hidup petani juga meningkat. Kehadiran irigasi Batang Anai ini sangat membantu masyarakat. Sudah lama ribuan KK petani merindukannya,” kata dia.

Ia menuturkan, pengairan sawah menggunakan tadah hujan membuat petani hanya dapat panen sawah sekali setahun. Namun setelah adanya irigasi itu, petani di daerahnya sudah dapat panen dua kali setahun. Bahkan pihaknya mendorong petani agar mampu panen lima kali dua tahun.

Mulyadi kepada Singgalang, menyebutkan, irigasi Batang Anai II tersebut sudah dinanti petani di Padang Pariaman. Meski di kabupaten ini surplus beras tercapai, tapi dengan kehadiran irigasi ini surplus beras diharapkan bisa berlipat-lipat.

“Proyek Irigasi Anai II telah dinanti-nanti masyarakat untuk ketahanan pangan nasional khususnya di Sumbar, “kata wakil rakyat yang getol memperjuangan berbagai program pro rakyat untuk Sumbar ini.

Kehadiran irigasi Batang Anai II yang membelah Padang Pariaman dan melewati sejumlah kecamatan seperti Batang Anai, Sintoga, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris bahkan menjangkau areal persawahan di wilayah Kota Pariaman ini, memang menjadi pelepas dahaga bagi petani.

Anggota DPRD Sumbar, Nurnas kepada Singgalang, tidak menampik, meski belum 100 persen siap, tapi sekarang sebagian besar masyarakat sudah merasakan manfaatnya.

“Untuk membangun mega proyek tersebut, mengandalkan dana pusat. Dana daerah tak cukup. Kita harus jujur, dana pusat tidak bisa turun sendiri. Harus ada pihak yang berjuang di pusat sana. Saya buka kartu, tokoh yang gigih mengerahkan dana pusat ke pembangunan irigasi Batang Anai II adalah Mulyadi. Ketika itu pak Mulyadi menjadi Wakil Ketua Komisi V DPR,”ujar Nurnas.

Wakil Ketua DPRD Padang Pariaman, Januar Bakri juga tidak menampik perjuangan dan andil Mulyadi dalam pembangunan Irigasi Batang Anai II. Bahkan tak hanya Irigasi Batang Anai II saja yang diperhatikan Mulyadi, tapi program infrastruktur dan prorakyat lainnya banyak mengalir ke Padang Pariaman.

Khusus, mega proyek Irigasi Batang Anai II itu, dibangun tiga tahap, yaitu saluran primer sepanjang 17,8 km saluran sekunder 44 km dan saluran tersier 376 km. Irigasi itu menelan dana Rp98 miiar dengan sistem tahun jamak dijadwalkan selesai akhir 2015.

Kemudian pada 20 November 2017 lalu dimulai lagi pembangunan tahap akhir Irigasi Batang Anai Tahap II yang akan selesai pada tahun ini.

“Apabila ini selesai maka ada sekitar 13.604 hektare sawah yang akan dialiri oleh Irigasi Anai,” kata Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Maryadi Utama di Padang Pariaman saat peletakan batu pertama penyelesaian pembangunan Irigasi Anai tahap II di Bendungan Anai, Kecamatan Lubuk Alung.

Pembangunan penyelesaian Irigasi Anai tahap II tersebut merupakan lanjutan pembangunan irigasi yang airnya diambil dari Batang Anai yang sebelumnya hanya mengaliri 10.315 hektare sawah. Dengan pembangunan tersebut maka dapat mengiliri 3.289 hektare sawah lagi.

“Total anggaran yang digunakan untuk penyelesaian Irigasi Anai tahap II ini yaitu Rp143 miliar,” kata Maryadi. (pepen)

Loading...