Tak Berkategori  

Musim Kemarau, Tiga Titik Hutan di Limapuluh Kota Terbakar

Ilustrasi (antara foto)
Ilustrasi (antara foto)

SARILAMAK – Musim kemarau mulai tiba di Limapuluh Kota dan sejumlah daerah di Sumbar. Akibatnya, tiga titik hutan dan perbukitan di sejumlah wilayah terbakar. Polisi menyelidiki penyebabnya.

Bupati Irfendi Arbi mencemaskan kondisi tersebut. “Saya mengajak kita semua mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran. Sebab, dengan kondisi cuaca kurang hujan saat ini, kita khawatir kebun dan rumah penduduk jadi rawan bahay kebakaran,” ungkap Irfendi, Rabu (31/1/2018).

Untuk menghindari terjadinya peristiwa yang merugikan tersebut, Irfendi, meminta masyarakat tidak lalai terhadap sumber api yang dapat memicu kebakaran. Tak kalah pentingnya, meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran pada tempat yang rawan terjadinya amukan sigulambai tersebut.

Selain itu, Irfendi Arbi meminta masyarakat, harus hati-hati membakar sampah. Jangan sampai apinya merembes ke rumah atau banda lainnya yang bisa menyulut api membesar. Tak kalah pentingnya pula, agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, apalagi di dalam hutan.

Selain di Tarantang Harau, kebakaran lahan dan hutan juga terjadi beberapa hari lalu di  perkebunan karet warga di Jorong Koto Ramai Kecamatan Akabiluru dan kebun karet Batu Manda Jorong Damar Tinggi Kenagarian Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki.

Kapolres Payakumbuh AKBP Kuswoto menyebut, pihaknya sudah memerintahkan jajaran Polsek, melakukan penyeldiikan terkait terbakarnya lahan tersebut. “Infonya, ada beberapa titik lahan,”kata dia.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis yang berada di lokasi kebakaran lahan di Tarantang Harau, mengaku ikut menerjunkan anak buahnya membantu BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran. “Foto kegiatannya tadi saya kirim ke WA,” kata Haris Hadis.

Kapolres menyebut, belum ditemukan unsur kesengajaan dalam kebakaran hutan tersebut. (bayu)