Tak Berkategori  

Najwa dan Hantu Buku Malam Jumat

Najwa Shihab saat bersama anak-anak Tanah Ombak. (rahmat)
Najwa Shihab saat bersama anak-anak Tanah Ombak. (rahmat)
Najwa Shihab saat bersama anak-anak Tanah Ombak. (rahmat)

KAMIS malam Jumat (23/2), saat jarum jam menunjukkan pukul 20.25 WIB. Langit sudah gelap di kawasan jalan Purus III no. 30, Padang. Di rumah Tanah Ombak orang ramai.

“Kak Nana, oh Kak Nana, sini lah dulu,” kata sejumlah ibu-ibu dan anaknya yang tampaknya sudah sejak sore menanti di depan rumah yang satu lorong dengan rumah tanah ombak itu.

“Salam Bu, terima kasih,” terdengar suara lembut itu berkali-kali diucapkan menyapa sambil menjabat tangan yang telah diulurkan di hadapannya.

Di ujung lorong tampak Yusrizal KW dan para relawan menunggu Kak Nana yang wajahnya terus disenteri cahaya putih itu. Senyum terus ditebarnya, seakan ia tengah pulang ke rumah sendiri.

Dari pintu depan, dari balik kain berwarna hitam kak Nana masuk kedalam rumah tanah ombak yang sudah disulap serba hitam. (Rumah hantu. Red).

Disinari empat lampu sorot mungil dari atas loteng, anak-anak tanah ombak yang mukanya telah di make up layaknya topeng hantu menggunakan cat itu menebar senyum pula sambil bergantian menyalami tangan kak Nana.

Ruangan yang sengaja didesain layaknya rumah hantu itu tak lagi terlihat memyeramkan meski sepertinya mata dari tiga boneka yang dipajang di dinding melotot tajam tanpa senyum. Terlihat gerimis halus turun membuat udara agak dingin.

Di ujung rumah tanah ombak sebelah utara, deretan rak dengan buku-buku tampak tersusun rapi, ada pula sebuah vespa dibagian depan sebelah kanan terparkir dengan puluhan buku diatasnya.