oleh

Nurkhalis Jagungkan 120 Hektare Lahan Tidur di Koto IX Tarusan

Nurkhalis bersama Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Barat, Chandra memanen jagung dengan para petani di Desa Gurun Panjang, Kenagarian Kapuah, Koto XI Tarusan, Pessel. (ist)

PESISIR SELATAN – Menggandeng Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumatera Barat, calon legislatif DPD RI No urut 38, Nurkhalis menjagungkan 120 hektare lahan tidur di Desa Gurun Panjang, Kenagarian Kapuah, Kecamatan Koto IX Tarusan, Pesisir Selatan. Realisasinya, akan dirasakan petani hingga Maret 2019 mendatang.

Dalam peninjauan lokasi, Minggu (27/01), Nurkhalis bersama Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Chandra mendatangi pengurus Gerakan Pemuda Tani (Gempita) Pesisir Selatan. Kedatangan kedua tokoh pertanian Sumbar ini langsung disambut Ketua Gempita Pessel, Tries Mahyudin bersama ratusan petani jagung se-Kecamatan Koto IX Tarusan dan Bayang.

Sesampai areal lahan tidur, Nurkhalis yang sekarang ini juga menjabat sebagai Korwil Gempita Sumbar langsung terlibat diskusi panjang dengan para petani yang menggambarkan dan kondisi pertanian di Koto IX Tarusan. Sampai pada kesimpulannya, kondisi geografis Koto IX Tarusan sangat tidak menguntungkan untuk bertanam padi karena berdekatan dengan laut.

Hal ini menjadi faktor pertanian di Koto IX Tarusan tidak begitu menggeliat. Masyarakat akhirnya memilih untuk menjadi nelayan, ketimbang menjadi petani. Melihat hal ini, Nurkhalis berinisiatif untuk mendatangkan Pemerintah Provinsi Sumbar untuk mencarikan solusi persoalan itu.

Melihat kondisi ini Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura, Chandra bersedia membantu alat berat untuk mengolah lahan. Kemudian bibit jagung akan didistribusikan Maret 2019 mendatang.

Mendengar pernyataan tersebut, Tries Mahyudin langsung mengamini permintaan dari Chandra dan menoleh kepada Nurkhalis agar janji ini tetap dikawal hingga terealisasi. Pasalnya di sekitar Kenagarian Kapuah, ada 250 hektare lahan tidur produktif. Namun hanya 120 hektare yang bisa diolah karena terkendala izin dari pemilik tanah.

“Tolong Pak Nurkhalis agar mengawal janji pak Chandra untuk menjagungkan 120 hektare lahan tidur ini. Kami masih berjuang agar 130 hektare lahan tidur lainnya bisa diberikan izin oleh pemilik tanah untuk diproduktifkan,” kata Tries Mahyudin.

Mendapatkan tantangan seperti itu, Nurkhalis mengaku siap dan akan memantau proses pembukaan lahan hingga penanaman bibit jagung bulan Maret 2019 mendatang. “Saya siap mengawal rencana ini. Saya yang mendatangkan Kepala Dinas Pertanian ke sini, harus bertanggung jawab atas apa yang telah disepakati sampai akhir,” kata Nurkhalis. (arief)

Loading...

Berita Terkait