oleh

Objek Wisata di Solsel Dikunjungi 42,8 Ribu Orang Selama Libur Lebaran

SOLOK SELATAN – Sebanyak 42.868 ribu wisatawan datang berkunjung ke Solok Selatan (Solsel) selama lima hari libur lebaran Idul Fitri 1440 H. Dari kunjungan itu, Pemerintah daerah setempat berhasil meraup Pendapatan Asli Daerah sebanyak Rp111.586.000.

“Itu menandakan Solsel masih menjadi magnet bagi wisatawan untuk tujuan berlibur. Sekaligus jadi bukti bahwa destinasi wisata yang ada di sani tidak kalah menariknya dibanding daerah lain,” kata Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Solsel, Yolni Hendra, Selasa (11/6).

Solsel sendiri, menurut Yolni Hendra sudah semakin populer sebagai jantungnya pariwisata di Sumatera Barat. Hal itu kian dipertegas dengan catatan kunjungan dari puluhan ribu wisatawan yang berkunjung ke daerah yang berjuluk Nagari Saribu Rumah Gadang itu pada lima hari saat libur lebaran.

Berdasarkan catatan pihaknya, selain wisatawan lokal dari berbagai daerah, data puluhan ribu pengunjung itu juga berasal dari wisatawan domestik. Namun begitu, tidak semua wisatawan yang berhasil didata. Dikarenakan mereka memencar pada banyak destinasi yang luput dari pantauan petugas.

Data 42,8 ribu itu sendiri katanya, dihimpun hanya pada enam destinasi wisata saja, diantaranya dari objek wisata Hot Water Boom (HWB), Goa Batu Kapal (GBK), Irigasi Balun, Ruang Terbuka Hijau (RTH) Muaralabuh, lokasi wisata tubing dan area kebun teh, serta objek wisata Puncak Laras di Pinang Awan.

“Artinya masih banyak lagi wisatawan yang luput dari pendataan, seperti mereka yang datang ke embung Lubuk Malako, ikan larangan Buluah Kasok, Pulau Asmara dan yang teranyar para wisatawan yang datang ke kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG),” ujarnya.

Di tempat terpisah, Bupati Muzni Zakaria berharap OPD terkait dapat menginvetaris objek wisata yang bisa dijadikan suber pendapatan daerah. Artinya, fasilitas objek yang telah dibiayai oleh pemerintah akan dapat berlanjut untuk pengelolaaannya secara berkelanjutan.

“Kita sangat berharap, adanya upaya OPD terkait untuk menjadikan objek wisata sebagai salah satu pemasukan daerah, dalam rangka membangun berlanjutan pengeloaan dan perawatan objek wisata yang dibangun pemerintah,” terang Muzni. (af)

News Feed