oleh

Objek Wisata Pincuran Gadang Agam Mulai Ramai Dikunjungi

AGAM – Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam kini memiliki objek wisata yang mempesona bernama ‘Pincuran Gadang’. Pemerintahan Nagari sudah membenahi objek wisata tersebut hingga semakin terlihat indah dan menarik serta tertata rapi.

Walinagari Nurhamdi didampingi Walijorong Batu Baselo Ari Novri Adrian, Minggu (13/10) menjelaskan, pembenahan dengan membangun berbagai fasilitas di Objek Wisata Pincuran Gadang sudah berjalan semenjak dua tahun terakhir dibiayai dengan anggaran Nagari Matua Hilia.

Dikatakan Nurhamdi, saat ini pemerintahan nagari sudah membangun kolam renang untuk anak-anak dan wanita. Agar kawasan itu terkesan semakin indah, dibangun taman bunga dan dipasang plang merek Pincuran Gadang agar pengunjung yang baru berkunjung tidak bertanya-tanya objek wisata apa ini.

Objek wisata tersebut juga dilengkapi dengan kolam renang untuk laki-laki. Dengan demikian kolam renang pria dan wanita dipisahkan, sebagaimana yang diajarkan dalam adat basandi syrak, syarak basandi kitabullah, sebagai mana telah jadi ketetpan Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, adalah ‘Agam Madani’.

Guna kelengkapan fasilitas objek wisata tersebut, tahun 2020 mendatang Nagari Matua Hilia juga menganggarkan pembangunan microhydro (pembangkit listrik tenaga air) memanfaatkan air terjun sungai yang tidak jauh dari Objek Wisata Pincuran Gadang. Dengan demikian, berkunjung k esana bukan hanya menikmati keindahan alam dan kesejukan udara, tapi pengunjung juga dapat menyaksikan pembangkit listrik tenaga air.

Saat ini, wisatawan lokal sudah mulai banyak mengunjungi objek wisata tersebut. Pada hari biasa, ada sekitar 100 pengunjung. Sedang pada akhir pekan dan atau hari libur, pengunjung meningkat hingga 5 kali lipat, kecuali cuaca tidak mendukung.

Air kolam renang sekaligus juga tempat pemandian Objek Wisata Pincuran Gadang ini bersumber dari mata air perbukitan yang jernih. Tak hanya itu, disana juga terdapat objek wisata religius yakni masjid tua berusia lebih hampir dua abad bukti sejarah perkembangan Islam di Luhak Agam sekitar. Masjid itu merupakan peninggalan sejarah perjuangan Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol pada perang Paderi. Masjid itu salah satu tempat penyebaran ajaran Agama Islam sekaligus juga basis pertahanan dan mengatur strategi perang gerilya. (lukman)

Loading...

Berita Terkait