oleh

Operator Alat Berat Meninggal Tertimbun Longsor

SARILAMAK – Proyek pembangunan jembatan di jalur Sumbar-Riau makan korban. Seorang operator berikut alat beratnya tertimbun longsor. Diduga ada kelalaian kerja, pengawasan proyek ini disinyalir lemah.

“Kejadian tadi siang, alat berat dan operator tertimbun reruntuhan,” kata sejumlah saksi mata, di lokasi proyek, Jorong Panang, Nagari Tanjuang Balik, Pangkalan Koto Baru, Limapuluh Kota, Rabu (7/8).

Singgalang mendapat informasi, proyek duplikasi bernama “Jembatan Sipopai ” ini, dikerjakan PT Dian Mosesa Perkasa  dengan nomor kontrak 11/PKK/SK‐PJN1‐Bb.03.23.1.2/IV/2019  tanggal  29  April  2019.

Kegiatan yang konon menelan APBN Rp10-an miliar ini, memakai Konsultan  PT.  Jasa  Mitra yang dikerjasamakan denga PT Indec  Internusa dan PT  Portal  Engineering  Perkasa.  Longsoran  terjadi  pada perkerjaan  galian  batu  di  KM  186  +000 .

Kepala Kepolisian Resor Limapuluh Kota Ajun Komisaris Besar Haris Hadis membenarkan, adanya peristiwa longsor itu. “Tadi, kami dapat laporan dari Kapolsek dan anggota Unit Turjawali yang melakukan patroli,” tutur Kapolres Haris.

Dijelaskan Haris Hadis, akibat kejadian tersebut 1 orang operator dan 1 unit alat berat tertimbun material longsor. Tidak hanya itu, longsor juga menimbun badan jalan utama Sumbar-Riau.

“Untuk jalan utama sudah kami lakukan pemindahan material, sehingga arus lalin bisa dilewati dengan sistem buka tutup. Sedangkan untuk evakuasi korban sedang berlangsung hingga sore ini pukul 17.00 WIB,” urai alumnus Akpol 1997 itu.

Akibat kejadian, ruas jalan negara sempat macet beberapa saat. Namun, kemacetan dengan mudah diatasi polisi. Warga berduyun-duyun ke lokasi kejadian, untuk melihat peristiwa lebih dekat.

Pemkab Limapuluh Kota, juga menurunkan tim reaksi cepat dari BPBD. “Anggota kami sudah bergerak dari tadi. Ikut mencari korban, bersama dengan TNI dan Polri,” kata Haji Jhoni Amir, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dihubungi terpisah. (bayu)

Berita Terkait