Membaca Peta Pendidikan Sumbar (3) SMA 1 Sumbar, Padanya Harapan Digantungkan

Foto Khairul Jasmi
×

Membaca Peta Pendidikan Sumbar (3) SMA 1 Sumbar, Padanya Harapan Digantungkan

Bagikan opini
Ilustrasi Membaca Peta Pendidikan Sumbar (3) SMA 1 Sumbar, Padanya Harapan Digantungkan

”Kami di sini mendorong siswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi akademik dan non akademik di tingkat sekolah, kota, provinsi , nasional dan internasional, seperti debat, olimpiade sains, lomba yang diadakan di universitas dan sekolah-sekolah favorit,” katanya. Bukan untuk mengada-adaa tapi untuk meningkatkan kepercayaan diri, siswa diikutkan dalam tes IQ, tes bakat dan minat diawal semester bagi siswa baru. Ini semacam pemetaaan kemana langkah anak akan diayunkan. Dari sini, kemudian dibentuk kelas khusus OSN. Lalu, ada pembelajaran digital dan persiapan UTBK.

Dalam tumbuh kembang anak dan remaja perlu ada hukuman dan penghargaan. Di sini dipentingkan penghargaan. ”Jadi kami memberikan penghargaan dan apresiasi bagi siswa yang berprestasi baik di bidang akademik dan non akademik untuk memotivasi lebih banyak lagi siswa yang akan berprestasi. Penting ini Pak, bukankah tiap individu perlu penghargaan atas hasil kerjanya,” kata Netti. Kepsek ini, benar.

Sekolah juga berupaya memakai kekuatan alumni dan orang tua murid. Relasi baik ternyata penting untuk menolong anak-anak yang sedang belajar, apalagi dari alumni. Orangtua pun dilibatkan, meski tidak untuk seluruh pembelajaran, namun mereka berperan aktif, namun tidak untuk gosip apalagi soal baju apa yang dipakai mama hari ini. Orangtua sebenarnya sedang diminta untuk tidak , ”menukar kepalanya dengan kepala anak.” Kehendak orangtua saja yang berlaku, padahal yang sedang sekolah adalah anaknya.

Tapi, semua itu, kata Netti, tak bak air mengalir saja, selalu ada evaluasi. Manajemen sekolah memang begitu, bahkan akan lebih baik jika menerapkan manajemen risiko, manajemen operasi dan manajamen brand.

Mantunlah ceritanya SMA 1 Sumbar dengan jumlah guru 28 orang, jumlah guru penggerak 12 orang, guru lulus Level 0 KSRG (Kandidat Sekolah Rujukan Google) 28 orang dan guru yang mengikuti dan lulus pelatihan Level 1 KSRG 23 orang. Baru tahu saya yang penulis ini, begini ragam rupanya guru. Dulu, guru yang guru. Jauh saya tertinggal oleh kemajuan sekolah sekarang.

Lalu, SMA 1 Sumbar di kaki Marapi itu, menjadi sekolah terbaik 1 guru inovatif SMA Provinsi Sumbar 2023 dan finalis tingkat nasional 2023. Terbaik 1 pustakawan tingkat Sumbar 2023. Terbaik 2 guru inovatif SMA Sumbar 2023. Terbaik 1 guru inovatif SMA Sumbar 2024 dan finalis tingkat nasional 2024. Terbaik 5 guru inovatif kategori guru PPG Sumbar 2024. Yang terbaik-terbaik itu, persembahan bagi seluruh siswa/i. Mereka terdiri dari kelas 10 sebanyak 59 orang laki-laki, 65 perempuan atau totakl 124 orang. Kelas XI laki laki 54, perempuan 63, total 117. Kelas XII laki laki 65, perempuan 89, total 154. Di sekolah ini, ada 178 murid laki-laki dan 217 perempuan, total jenderal 395 orang. Semua remaja, semua gagah dan cantik. Semua anak-anak terbaik, masa depan tergantung masing-masing. Mereka tinggal di asrama dengan 395 tempat tidur. Untuk Anda ketahui, bagi yang belum pernah tinggal di Padang Panjang, jika malam, kita tidur bagalumun karena dinginnya, namun dalam dingin kala pagi, jika mandi, setelahnya tubuh terasa hangat.

Dan Zainal Bakar, telah tiada, Gamawan Fauzi sudah berhenti pula jadi mendagri, sekolah yang diidamkan keduanya telah berdiri gagah. Sekolah unggul, untuk menjemput masa lampau itu, dibangun di Padang Panjang, Solok, Padang dan Lubuk Sikaping.

Menurut catatan SMA 1 Sumbar, waktu Zainal Bakar jadi gubernur, karena gedungnya belum ada, maka untuk melaksanakan misi ini dipilihlah SMAN 1 Padang Panjang untuk menyaring siswa-siswa terbaik tamatan SMP/MTs dari seluruh Sumatera Barat sebanyak 1 (satu) kelas yang dibiayai oleh Pemerintah Provinsi.

Lalu Pada masa jabatan gubernur dipegang Gamawan Fauzi, mulailah dibangun gedung-gedung sekolah yang dimaksud. Untuk daerah Padang Panjang dan Solok pembangunan dimulai pada 2008. Untuk Lubuk Sikaping pembangunan dimulai pada 2009, sedangkan untuk daerah Padang pembangunan gagal karena tidak tersedianya lokasi.

Dari sekolah-sekolah yang baru dibangun tersebut baru sekolah yang di Padang Panjang dan Solok yang dioperasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat dan diberi nama SMAN 1 Sumatera Barat. Smansa Sumbar mulai menerima Siswa Baru pada tahun pelajaran 2011-2012 sebanyak 60 orang siswa.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini