Lucu benar rasanya ketika ada pula orang-orang membanding-bandingkan Kepala Daerah (KDH) di daerahnya dengan KDH daerah lain, sebut saja KDM. Tentu sanak tau siapa yang saya maksud mah ndak? Iya itu, ada KDH yang suka buat konten untuk unjuk kinerja menggunakan media sosial. "Benar.. Iya yang itu", KDM namanya, Kang Dedi Mulyadi.
Pintar benar beliau ni, memanfaatkan media sosial, untuk memberitahu kepada masyarakat apa yang dikerjakannya. Berlebih rasanya kerja beliau ni di banding KDH lainnya, terdedi-dedi orang se-Indonesia dibuatnya. Sepakat saya menyebut canggih pula KDM ini, pandai benar. Tentu apa yang dilakukan beliau ini berdasar pula dengan kesukaan masyarakat kita menggunakan media sosial (Medsos).
Dari data Goodstat nan aku caliak mah.. Rupanya sebanyak 49,9% masyarakat Indonesia telah memiliki akun media sosial. Itu berarti, terdapat 139 juta user identities di wilayah tanah air menggunakan Medsos, ini menurut data dari We Are Social.
"Secara lebih luas, 75% dari total basis pengguna internet di Indonesia menggunakan setidaknya satu platform media sosial pada bulan Januari 2024. Saat itu, 46,5% pengguna media sosial di Indonesia adalah perempuan, sementara 53,5% adalah laki-laki," tulis We Are Social dalam laporannya. Aku ambil kutipan e se nyo la.. kan nampak tu, begitu benarlah orang Indonesia ni..
Dari sika dapatlah kita liat kenapa KDH yang bernama KDM itu sangat paham fungsi medsos untuk maagiah tahu ke kita, aku alah kerja loo, jangan kamu sangka aku duduak-duduak manis saja.
Menurut pembaca nan budiman baa? "yo pedis ndak ?"Indak pula do.. Biasa se tu nyo... Karena memang salah satu fungsi media sosial adalah sebagai alat komunikasi, menyampaikan pesan kepada rakyat badarai seperti kita ni, menunjukan aku sudah kerja.. Aku serius urus negeri. Benaran.. Sungguh... Begitu kira-kira...
Menurut hemat aku mah, sudah benar yang dilakukan KDM ko, dak ada salah nya do.
Tapi, dak elok pula kiranya kalo ada di antara kita ini membanding-bandingkan KDH kita dengan KDM. Karena ndak semua kita berminat main media sosial, indak pula semua KDH tu suka membuat konten. Sama pula KDH tu jo kita-nyo.. maleh disorot-sorot kamera, dak pandai berkonten ria, pemalu dan berbagai alasan lainnya, belum lagi bagi netijen nan indak suka, lalu menuduh KDH ko berpura-pura demi konten semata. Kemari bedo kita..
Disisi lain, KDM ika itu pula kelebihannya, suka dan pandai buat konten, sehingga terkenal lah dia.. Tantu rancak.. disudut itu, jangan pula kita menyalahkan kan dia, dan tak pula membandingkan dan mengganggap KDH lain indak bekerja..hanya karena indak serupa KDM, indak nampak lakek tangannya, Nakal pikiran kita namanya tu, ndak suka aku do...