oleh

Pandai Rawat Konstituen, Darizal Basir Sukses Tembus Senayan

PADANG – Sebelum ditabuh Pemilu legislatif (Pileg) 2019 dan puncak penyoblosannya 17 April, banyak pihak memperkirakan sang petahana Darizal Basir akan kembali sukses menembus Senayan.

Perkiraan ini tidak meleset. Darizal sukses meraup suara terbanyak dari delapan caleg Partai Demokrat untuk DPR RI dapil Sumbar I. Darizal cukup jauh meninggalkan kompetitornya yang sempat digadang-gadangkan akan mengancam Darizal Basir, Eka Putra.

Raihan suaranya, berdasarkan hasil rekapitulasi hasil penghitungan suara yang diplenokan KPU Sumbar, Minggu (12/5), mencapai 65.877 suara dari total yang diraih Demokrat 172.224 suara.

Dari delapan kursi yang diperebutkan, Demokrat menempati kursi ketiga setelah Gerindra dan PAN. Hebatnya, raihan suara tersebut dominan diraup Darizal di Pesisir Selatan, di kampung halamannya. Dapil Sumbar 1 ini, selain Pesisir Selatan, juga ‘trio’ Solok, Padang, Mentawai, Padang Panjang, Sawahlunto, Tanah Datar, Sijunjung dan Dharmasraya.

Sangat dominan raihan suara Darizal di Pesisir Selatan, sangat dimaklumi. Sebab, teman seangkatan Susilo Bambang Yudhoyono di Akademi Militer (Akmil) ini, pernah menjadi Bupati di sana selama dua periode (1995-2005). Keberhasilan memimpin di kabupaten paling selatan Sumbar, tentu nilai plus bagi Darizal. Namanya harum dan dikenang.

Sukses menembus Senayan oleh putra kelahiran Pasar Baru, Bayang, Pesisir Selatan, 28 November 1950 ini, juga membuktikan dedikasi dan amanah yang diembannya dilaksanakan dengan baik selama menjadi anggota DPR RI. Ini adalah keikutsertaan yang ketiga kalinya bagi Darizal Basir dalam Pileg.

Pertama kali ikut pada Pileg 2009, Darizal sukses menembus Senayan yang kali itu seiring dengan menang cukup besar Partai Demokrat di Indonesia, termasuk Sumbar. Dari delapan kursi yang tersedia, tiga di antaranya diborong kader Demokrat. Luar biasa.

Pada Pileg 2014, Darizal Basir kembali bertarung bersama dengan dua petahana lainnya, Dasrul Jabar dan Zulmiar Yanri. Raihan suara Demokrat turun dan hanya meloloskan seorang kadernya, yaitu Darizal Basir.

Sejak mengemban tugas sebagai wakil rakyat pada 2009, Darizal selalu memperlihatkan kepeduliannya kepada daerah. Di pusat pun, dia juga bersuara lantang jika ada kebijakan yang merugikan masyarakat banyak.

Selama ini , dia mampu menjadi penyambung lidah masyarakat dan gigih saat memperjuang kepentingan rakyat, terutama kalangan dari menengah ke bawah. Untuk menyerap aspirasi masyarakat, Darizal tidak sungkan-sungkan untuk turun langsung ke lapangan.

Darizal bisa menghabiskan waktu berhari-hari bersama warga, bahkan ke daerah yang terpencil. Hampir tidak ada jarak antara politisi Demokrat tersebut dengan masyarakat, siapapun bisa menyampaikan aspirasinya langsung.

Saat menjadi anggota Komisi II DPR RI, Darizal bersuara lantang untuk mengupayakan pemekaran Renah Indojati. Hal itu merupakan aspirasi dari masyarakat Selatan dari Pesisir Selatan. Namun hingga kini usaha Darizal bersama masyarakat masih belum terealisasi karena ada moratorium pemekaran dari pemerintah.

Dia juga aktif di organisasi kemasyarakatan, dia pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Penasihat Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS). Darizal juga lulusan Institut of Business and Management (IBM) Global di Jakarta pada 2000.

Sebelum masuk Akmil pada 1973, Darizal adalah lulusan SMA 2 Padang. Riwayat pendidikan lainnya, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Bandung (1989), STIA LAN Jakarta (2000)
KSKA Angkatan 1 Lemhanas Jakarta (2001).

Sebelum menjadi bupati, Darizal Basir yang menikah dengan Ernawati dan telah dikaruniai tiga anak ini, menjadi Dandim di Tangerang. Semoga tetap amanah dan peduli. (pendi)

Loading...

Berita Terkait