Tak Berkategori  

Para Srikandi Tangguh Melawan Covid-19

KSB Srikandi turun langsung melakukan penyemprotan disinfektan. (ist)

Oleh Lenggogeni

PADANG – ‘Kami berharap pandemi ini segera berakhir,’ ucap Deni Okrali, Srikandi KSB kota Padang kemarin.
Deni begitu sapaan akrabnya bersama ibu-ibu lainnya yang tergabung dalam KSB Srikandi melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke rumah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tak hanya itu, mereka juga mengedukasi masyarakat, tentang Covid-19. Mulai dari pentingnya menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun (3M) ataupun hand sanitizer dan mari dukung upaya pemerintah untuk 3T (testing, tracing, treatment).

Diceritakannya, awal mula KSB Srikandi terbentuk, karena ikut membantu penanggulangan wabah pandemi Covid-19. “Kami mengedukasi masyarakat dan ikut turun bersama tim penyemprotan yg awalnya dikomandoi oleh Ketua TRC KSB kota Padang ke rumah-rumah warga. Melihat bertambahnya kasus positif warga yang terpapar, saat itu kami pun berkeinginan agar diizinkan terjun langsung memakai baju hazmat dan melakukan penyemprotan ke rumah masyarakat,” kenangnya.

Alhasil, dua bulan belakangan ini keinginan itu terwujud. “Saat itu Kota Padang masuk Zona merah. Dalam sehari kami bisa melakukan penyemprotan di lima rumah warga. Malahan satu kelurahan itu ada yang terpapar virus corona hingga tiga rumah,” jelas Deni bersama teman-temannya melakukan aktivitas dengan semangat.
Untuk APD dan obat disinfektan, katanya diberikan BPBD Kota Padang. “Kami dilengkapi APD dan obat-obatan. Kalau ada informasi dari kelurahan, kami secara bergantian langsung turun langsung ke lapangan,” kata Deni seraya menyatakan aktivitas ini tidak menganggu tugas mereka sebagai seorang istri dan ibu dalam rumah tangga.

“Kami selalu menomor satukan keluarga. Untuk itu kami sepakat pergi keluar rumah ketika suami sudah pergi bekerja, yakni pukul 10.00 WIB. Dan kami pulang ke rumah sebelum suami pulang, yakni pukul 15.00 WIB,” jelasnya.

Deni bersama ibu-ibu lainnya merasakan kebahagian jika dapat memberikan rasa nyaman kepada keluarga yang terpapar virus Corona. “Istilahnya mereka nyaman dengan kedatangan kami yang melakukan penyemprotan di rumah mereka. Sebab mereka dan kami pun tak tahu dimana virus itu berada. Sebab virus tidak tampak dengan mata, namun virus itu ada dan nyata. Yang jelas, kalau rumah mereka sudah disinfektan, ada kenyamanan yang mereka rasakan,” cerita Deni yang bersama-sama teman-teman belum pernah merasakan terpapar virus Corona.

Sebab mereka selalu patuhi protokol kesehatan. “Selepas melakukan penyemprotan kami membakar pakaian APD tersebut kemudian kami langsung mandi dan kami tetap menjaga daya tahan tubuh,” jelasnya.

Kini, Deni sedikit lega, karena seminggu belakangan jumlah mereka yang terpapar Covid-19 berkurang. Namun ia berharap virus ini bisa habis dan pergilah jauh-jauh. Ia juga meminta kesadaran masyaraat untuk mematuhi protokol kesehatan Covid-19 sehingga penyebaran virus berbahaya tersebut cepat teratasi. (*)