Tak Berkategori  

Para Tokoh Ingatkan Pemuda Sumbar Jangan Dipecah-pecah

Para tokoh pemuda dan pengurus KNPI Sumbar (rahmat zikri)
Para tokoh pemuda dan pengurus KNPI Sumbar (rahmat zikri)

PADANG – Sejumlah mantan pengurus hadiri ‘Malam Silaturahim dan Milad ke-43 Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI)’ di Gedung KNPI Sumbar di kawasan GOR H. Agus Salim, Padang, Jumat (29/7) malam.

Para tokoh tersebut diantaranya, Shofwan Karim Elha, Yul Akhiari Sastra, Januardi Sumka, Saharman Zanhar, Syahbendri, Guspen Khairul, Yudha Putra, Sudirman Gani, Yusac David, Hendrik Sikumbang, Mukti Ali Kusmayadi dan lainnya. Kemudian Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Sumbar Hanky Mustaf Sabarta, para tokoh Organisasi Kepemudaan (OKP) serta pengurus KNPI Sumbar periode 2014-2017.

Munculnya pengurus KNPI tandingan di Sumbar jadi isu yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Yul Akhiari Sastra mengingatkan KNPI Sumbar jangan dipecah-pecah. “Bicara KNPI adalah persatuan dan kesatuan pemuda,” tutur mantan anggota DPRD Sumbar itu.

Menurutnya, perpecahan di tingkat pusat sudah ada sejak dulunya. Tetapi Sumbar dari dulu tetap satu KNPI.

Ia juga menyorot tak dianggarkannya dana untuk KNPI Sumbar dalam APBD dua tahun terakhir. “Ini tak bisa ditolerir. Harus ada upaya konkrit untuk menyelesaikan persoalan ini,” tegasnya.

Hal yang sama juga ditegaskan Ketua MPI Hanky Mustaf Sabarta. Menurutnya,  perpecahan di Sumbar belum pernah. Pihaknya pun tidak mentolerir adanya perpecahan pada KNPI yang seharusnya jadi wadah berhimpun OKP.

Tokoh pemuda lainnya Saharman Zanhar menyatakan, di tingkat pusat dari zaman dulu sudah ada perpecahan. Tetapi Sumbar tetap solid dengan satu KNPI. “Para senior, alumni pengurus dan OKP akan bereaksi kalau muncul yang tanding-tandingan ,”  katanya.

Hal yang sama juga dinyatakan Shofwan Karim. Menurutnya, agar tak pecah kuncinya silaturahim. “Perbanyak silaturahim,” ujarnya.

Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumbar ini juga siap menggandeng KNPI dalam berbagai program. “Mari kita lahirkan berbagai program dan kegiatan sebagai sumbangsih untuk daerah dan bangsa,” tutur mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sumbar itu.

Ketua KNPI Sumbar Defika Yufiandra mengatakan, perpecahan KNPI di tingkat pusat sudah terjadi pasca Kongres di Papua 2015 lalu, dengan digelarnya Kongres Luar Biasa di Jakarta. Belakangan baru-baru ini pengurus hasil Kongreslub di Jakarta juga pecah, dengan digelarnya Kongreslub lagi akhir pekan  lalu.

Sementara di Sumbar sejak dikukuhkan 2015 lalu, ia dan pengurus berupaya  melaksanakan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya, terutama dalam melaksanakan musyawarah daerah pengurus kabupaten/kota,  selain berbagai program untuk kematangan pemuda dan bakti untuk masyarakat Sumbar,” tuturnya.(rahmat)