Tak Berkategori  

PARIAMAN DARI TERBAIK HINGGA MASUK LEVEL IV; Tutup Tempat Wisata dan Perketat Prokes

Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dan BNPB, dengan tema "Pariaman dari Terbaik ke Zona IV, Kok Bisa?" secara virtual, Jumat (23/7). (eriandi)

PADANG – Kota Pariaman sempat menjadi daerah dengan label penanganan Covid-19 terbaik di Sumatera Barat (Sumbar). Namun sekarang daerah itu menyandang status zona level 4. Hal tersebut tidak mengecilkan hati pemerintahnya, justru menjadi pengingat bahwa virus corona masih ada dan masyarakat harus tetap mendispilinkan diri mematuhi protokol kesehatan (prokes). Bukan hanya menekan penyebaran Covid 19, perekonomian masyarakat juga menjadi fokus pemerintah setempat.

Cerita tentang penanganan Covid-19 pasca menyandang status level 4 dibahas pada focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerja sama dengan Satgas Covid-19 dan BNPB. FGD bertemakan “Pariaman, dari Terbaik ke Zona IV, Kok Bisa?” tersebut diselenggarakan secara virtual, Jumat (23/7).

Asisten I Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman, Yaminurizal saat menjadi pembicara dalam FGD tersebut mengatakan pasca ditetapkan sebagai daerah level 4 oleh pemerintah pusat pada 15 Juli lalu, jajaran pemerintah langsung melaksanakan rapat darurat, kebijakan diambil diputuskan pelaksanaan PPKM diperketat.

“Salah satunya tempat wisata ditutup dan sosialisasi serta pengawasan terhadap penerapan prokes harus diperketat,” ujarnya dalam FGD yang dipandu Eriandi itu.

Kebijakan ini tentu saja berdampak besar pada masyarakat, terutama perekonomian mereka. Banyak sekali masyarakat yang mencari penghasilan dengan berjualan serta berdagang di kawasan wisata kota tersebut. Di sepanjang pantai yang ada di sana, bukan hanya pantai Gondoriah.

“Namun hal tersebut harus tetap dilakukan. Semakin cepat kita keadaan terkait covid kita membaik semakin cepat pula masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Masalah perekonomian masyarakat, tambah dia, selalu menjadi hal utama yang diperhatikan bersamaan dengan penanganan covid. “Kami selalu ingin fokus pada : lawan covid dan bangkitkan ekonomi,” kata Yaminurizal.

Menurut dia, sebenarnya daerah itu tidak pernah dalam keadaan gawat perihal covid. Bahkan tak pernah menjadi daerah zona orange. Bahkan daerah itu sempat menjadi perhatian kabupaten/kota lain sebagai daerah dengan penanganan Covid-19 terbaik. Banyak yang datang studi tiru. Namun sekarang Kota Pariaman berada di level IV.

“Status level 4 ini ditetapkan dengan cara penilaian baru yang berbeda dari sebelumnya. Kami jadikan status ini sebagai peringatan, untuk lebih baik dalam penanganan Covid 19 dan mengingatkan masyarakat pula untuk semakin patuh prokes,” ujarnya.

Sama seperti beberapa daerah lain di Sumbar yang sedang menerapkan PPKM, Kota Pariaman sedang giat pula melaksanakan vaksinasi. Yaminurizal mengatakan angka capaian vaksinasi di kota tersebut sempat rendah, yakni berkisar 3-4 persen dari jumlah penduduk yang seharusnya divaksin. Namun, kata dia, pemerintah terus menggiatkan sosialisasi pada masyarakat tentang penting divaksin. Sekarang capaian vaksinasi sudah mencapai 13-14 persen. “Kami terus bergiat untuk melaksanakan vaksinasi lebih banyak,” ujarnya.

Dia mengatakan, kendala untuk penanganan Covid-19 yakni pendisiplinan prokes dan vaksinasi tentu ada. Kendalanya hampir serupa dengan daerah-daerah lain, yakni masyarakat yang terpengaruh dan percaya pada berita bohong (hoaks). “Banyak masyarakat yang percaya pada hoaks. Padahal percayalah tak ada pemerintah yang ingin menyengsarakan masyarakatnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitria Nora yang juga menjadi narasumber di acara FGD ini. Fitria sangat berharap masyarakat untuk lebih percaya pada pemerintah ketimbang hoaks.

“Kami di DPRD juga terus melakukan sosialisasi agar masyarakat mau mengikuti kebijakan pemerintah dengan baik, yakni patuh prokes dan melakukan vaksin,” ujarnya.

Dia mengatakan bagaimana pun kebijakan tersebut adalah untuk masyarakat. Dampak dari tingginya penyebaran Covid-19 dan status level 4 serta PPKM yang dilaksanakan pun juga akan dirasakan masyarakat itu sendiri. Salah satunya masyarakat yang mengeluhkan tempat berdagang atau usaha mereka terpaksa tutup karena PPKM. Terutama yang berada di kawasan wisata.

“Untuk itu kami sangat ingin masyarakat bekerjasama dengan pemerintah melawan covid 19. Corona ini musuh kita bersama, bukan hanya musuh pemerintah, namun juga musuh masyarakat,” ujarnya.

Fitria menilai selama ini upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan Pemko Pariaman sudah cukup baik. Itulah mengapa daerah ini tak pernah berada di zona orange apalagi zona merah. Hanya saja, perhitungan dan penilaian sekarang berbeda dan Kota Pariman ditetapkan menjadi level IV.

“Kita tak perlu saling menyalahkan. Tapi mari satukan kekuatan dan bersama-sama melawan Covid-19,” ujarnya.
Terkait perekonomian, Fitria mengatakan masyarakat harus bersabar demi PPKM segera selesai sehingga keadaan bisa kembali normal. Namun, selama PPKM, lanjut dia, bukan berarti masyarakat tidak bisa beraktivitas mencari penghasilan.

“Untuk yang bedagang mari berdagang dulu secara online atau pakai sistem bungkus bawa pulang. Ini sementara kalau kita disiplin bersama-sama,” ujarnya.( titi)