Tak Berkategori  

Partisipasi Kalangan Muda dalam Pilkada Sumbar Dikhawatirkan Menurun

Defika Yufiandra (rio febriano)
Defika Yufiandra (rio febriano)

PADANG – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumbar menyayangkan tak ada kebijakan khusus bagi mahasiswa asal daerah lain yang saat ini berdomisili di Padang, agar dapat memberikan suaranya dalam Pilkada.

“Sangat disayangkan tak ada kebijakan lain yang diberikan selain mengurus surat pindah memilih bagi mahasiswa daerah lain, yang saat ini kuliah di Kota Padang,” kata Ketua KNPI Sumbar, Defika Yufiandra di Padang, Selasa (8/12).

Menurutnya tak adanya kebijakan khusus itu akan berdampak pada menurunnya partisipasi pemuda dalam Pilgub 2015.

Terlebih katanya, jadwal pemilihan yang memasuki penghujung semester. Dimana para mahasiswa sudah mulai melaksanakan ujian akhir semester.

“Sekarang sudah ada sejumlah kampus yang memulai ujian, sementara libur hanya pada 9 Desember 2015 itu saja. Akan banyak mahasiswa yang tidak akan pulang ke daerah asal untuk menggunakan hak suaranya,” katanya.

Sementara di Kota Padang, lanjutnya, para mahasiswa itu dipastikan tidak bisa memilih mengingat aturan KPU yang ada.

Salah satu kampus di Kota Padang yakni Universitas Negeri Padang (UNP), juga mengatakan kampus memang memberikan waktu libur pada mahasiswa pada 9 Desember 2015 saja.

“Libur hanya diberikan pada 9 Desember 2015 saja, esoknya para mahasiswa harus kembali kuliah seperti biasanya,” kata Humas UNP Amril Amir.

Meskipun demikian, ia tetap mendorong mahasiswa UNP untuk menggunakan hak suara pada pilkada.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar Divisi Logistik, Fikon mengatakan mahasiswa yang berdomisili tidak sesuai dengan kartu identitasnya, harus pulang untuk menggunakan hak suara.

“Para mahasiswa itu memang tidak bisa memilih pada daerah yang tidak sesuai dengan identitasnya. Kecuali mereka mengurus surat pindah memilih,” katanya.(aci)

sumber:antara