Pasca Sate Babi, Dinas Pangan Bakal Teliti Pangan Olahan Pedagang

Ilustrasi (net)

PADANG – Pasca ditemukan adanya pedagang sate yang menggunakan babi di Padang, Dinas Pangan Padang akan meneliti seluruh pangan olahan yang dijual pedagang.

Langkah ini ditempuh untuk mencegah oknum pedagang, supaya tidak melakukan kecurangan terhadap kuliner yang dijualnya.

“Itu tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kami. Sekarang seluruh pangan olahan akan kami pantau,” kata Plt Kepala Dinas Pangan Padang, Syahrial, kepada wartawan.

Syahrial mengatakan, pengujian sample ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti dinas kesehatan, Dinas perdagangan, BBPOM Padang dan pihak lainnya.

“Kita akan lanjutkan ke lapangan tiap bulan, untuk memantau seluruh pangan olahan. Kita mengambil sample di tempat-tempat tertentu. Tidak daging saja, gorengan dan bakso,” ujar Syahrial.

Dikatakan, selain itu, pihaknya juga meminta peran masyarakat untuk bisa memantau dan mengawasi seluruh pedagang yang ada di Padang. Jika ada warga mengetahui dan mencurigai tentang pangan, diharapkan langsung memberitahu ke dinas pangan ataupun dinas lainnya.

“Laporan ini, nantinya akan ditindaklanjuti segera. Dengan anggaran yang tersedia, kami akan ambil sample dan menelitinya,” katanya.

Terkait temuan daging babi di sate KMS B, pihaknya sudah melakukan uji sample di Balai Veteriner Regional 2 Bukittinggi. Dari hasil uji sample ini, hasilnya positif babi.

“Sate daging babi membahayakan masyarakat. Karena mengandung cacing dan bakteri lainnya. Ini merugikan kesehatan dan warga muslim,” ujarnya. (deri)

 

Loading...