Tak Berkategori  

Pasien Positif Covid-19 di Kota Solok Bertambah 9 Orang

Kabag Protokol dan Komunikasi pimpinan (Prokomp) Kota Solok, Nurzal Gustim. (foto: antara)

SOLOK – Jumlah pasien positif Corona Virus Disaese (Covid-19) bertambah sembilan orang di Kota Solok. Total pasien di daerah itu saat ini menjadi 207 orang.

Kabag Protokol dan Komunikasi pimpinan (Prokomp) Kota Solok, Nurzal Gustim di Solok, Jumat (16/10/2020) mengatakan, hari ini terdapat laporan penambahan kasus positif Covid-19 di Kota Solok sebanyak sembilan orang. Yakni, satu orang sampel dari RS BMC Padang dan delapan orang lainnya merupakan sampel kontak erat pasien Covid-19 yang tes usap pada 11 Oktober lalu.

“Dari sembilan orang yang dinyatakan positif tersebut, tujuh di antaranya tengah menjalani isolasi mandiri dan dua lainnya menjalani isolasi di posko Banda Panduang,” katanya.

Pasien positif tersebut terdiri atas empat orang dari kelurahan PPA yakni MH (37), FEH (10) seorang pelajar, UF (19), dan BA (28). Kemudian SI (72) dari Kelurahan VI Suku, RA (36), dan RRS (42) dari Kelurahan Tanah Garam.

“Kemudian, dua orang lainnya merupakan warga Gelanggang Tangah, Kelurahan IX Korong yakni T (53) dan ENS (17) masih pelajar,” ujarnya.

Selain itu, saat ini terdapat satu pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19, yakni FH (57), merupakan warga dari Kelurahan VI Suku.

“Sampai saat ini jumlah kasus Covid-19 di Kota Solok mencapai 207 orang, dengan rincian 159 orang dinyatakan sembuh, tujuh orang menjalani isolasi di Posko Banda Panduang, dua orang dirawat di RSUD M Natsir, satu orang dirawat di RSUP M Djamil Padang, diisolasi mandiri 35 orang, dan meninggal tiga orang,” kata dia.

Ia mengimbau masyarakat Kota Solok agar mematuhi Perda Sumatera Barat Nomor 6 tahun 2020 Tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Perda itu telah di berlakukan di Kota Solok. Untuk itu ia mengimbau agar masyarakat Kota Solok tetap memakai masker saat berinteraksi di luar rumah, mencuci tangan, menjaga jarak, dan tetap menjaga imunitas tubuh.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan kesembuhan pada pasien positif Covid-19, karena pasien positif Covid-19 bukanlah sebuah aib sehingga harus dimusuhi apalagi dikucilkan. Sebaliknya, dukungan yang diberikan akan membantu mempercepat pemulihan kondisi setiap pasien terkonfirmasi. Terutama yang menjalani isolasi mandiri. (ant/rin)