Tak Berkategori  

PBHI: Insiden di Solok Bukan Kesalahpahaman Tetapi Murni Penembakan

ilustrasi. (*)
ilustrasi. (*)

PADANG – Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumbar menilai, tertembaknya sekeluarga di Sungai Lasi yang diduga dilakukan oleh anggota Polres Solok Kota, bukan kesalahpahaman tetapi murni penembakan.

Ketua PBHI Sumbar Wengki Purwanto dalam siaran persnya, Minggu (28/6) mengatakan, sangat wajar apabila korban memacu laju kendaraanya, karena tidak tertutup kemungkinan orang mencoba menghentikan dan mengejar mobilnya adalah perampok, mengingat polisi saat itu berpakaian sipil.

“Seharusnya polisi tidak menembak ke arah penumpang mobil yang menyebabkan jatuhnya korban. Ini bukan kesalahpahaman, PBHI Sumbar menilai ada unsur niat/kesengajaan dari polisi yang mengejar untuk melakukan penembakan,” ujarnya.

Menurutnya, tindakan Tim Buser Polres Solok Kota telah menciderai citra polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Tindakan tersebut tidak mencerminkan fungsi Polri.

Selain itu, penembakkan yang melukai warga sipil tersebut jelas tidak sejalan dengan prosedur tetap (Protap) Polri dalam penggunaan kekuatan. “Harusnya ketika telah berhasil memepet mobil, polisi bisa saja melakukan pendekatan persuasif atau tembakkan bisa diarahkan ke ban mobil, sehingga tidak mengakibatkan jatuhnya korban,” lanjutnya.

Meskipun demikian PBHI mengapresiasi langkah dan komiten Kapolda Sumbar yang berjanji bertanggung jawab untuk semua biaya pengobatan korban dan mengusut permasalahan itu.

“PBHI akan tunggu realiasi janji Kaploda Sumbar. Sebagi mitra institusi Polri dalam penegakkan hukum, PBHI juga akan kawal kasus ini untuk dapat di usut sebagaimana mestinya,” tegasnya. (aci)