Tak Berkategori  

PDP yang Meninggal di RSUD Sawahlunto Negatif Covid-19

SAWAHLUNTO – Satu orang Pasien Dalam Pemantauan (PDP) di Sawahlunto yang meninggal di RSUD Sawahlunto, Jumat (3/4) ternyata negatif covid-19. Kepastian itu berdasarkan hasil pemeriksaan pada Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi pada Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Kepala RSUD Sawahlunto, dr. Adrianof menjawab Singgalang Selasa (7/4) malam menyatakan, pihak Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Unand telah mengirimkan berkas hasil pemeriksaan terhadap satu orang PDP Kota Sawahlunto tersebut.

“Kita baru menerima berkas laporannya bernomor 36/04/PDRPI – FK/2020 perihal hasil pemeriksaan Covid – 19 terhadap PDP dari Kota Sawahlunto. Hasilnya dinyatakan negatif,” ungkap Adrianof.

Sebelumnya, sebut Adrianof, riwayat medis PDP yang telah meninggal Jum’at (3/4)itu dirawat intensif di RSUD Sawahlunto dengan keluhan batuk dan sesak nafas.

Berdasarkan pemeriksaan medis di RSUD Sawahlunto yaitu rontgen thorax dan anamnesa, diketahui pada paru – paru pasien terdapat infeksi disebabkan bakteri. Hasil pemeriksaan lainnya, gula darah pasien juga tercatat di atas normal.

Mengingat pasien bermasalah dengan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang juga menjadi salah satu gejala Covid – 19, pasien tersebut ditetapkan sebagai PDP. Sampel pasien kemudian diperiksa di Laboratorium Biomedik Unand. Namun, saat sampel masih diperiksa, ternyata pasien sudah terlebih dahulu meninggal dunia.

Sementara itu, Walikota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan rasa syukur bahwa ternyata PDP Sawahlunto itu ternyata negatif Covid-19.

Deri Asta minta kabar baik itu disampaikan ke publik dan masyarakat luas. Sebab, beberapa waktu lalu beredar isu bahwa PDP Sawahlunto itu positif Covid-19.

“Syukur alhamdulillah, tidak ada warga kita yang positif Corona, PDP kita kemaren ini baru keluar hasil pemeriksaannya dinyatakan negatif. Mari patuhi aturan pemerintah dengan membiasakan cuci tangan, jaga jarak, hindari kerumunan massa, pakai masker dan pola hidup bersih dan sehat harus selalu digelorakan,” pinta Wako. (subandi)