Tak Berkategori  

Pedagang Pasar Payakumbuh Demo DPRD

Ratusan pedagang di pusat kota Payakumbuh, kembali menggelar aksi demonstrasi ke gedung DPRD, Selasa (5/4) menolak pengesahan Ranperda Pasar. Kehadiran pedagang, disambut ketua DPRD YB Dt Parmato Alam. (Muhammad Bayu Vesky)
Ratusan pedagang di pusat kota Payakumbuh, kembali menggelar aksi demonstrasi ke gedung DPRD, Selasa (5/4) menolak pengesahan Ranperda Pasar. Kehadiran pedagang, disambut ketua DPRD YB Dt Parmato Alam. (Muhammad Bayu Vesky)

PAYAKUMBUH – Pedagang di pusat pertokoan Kota Payakumbuh kembali menggelar aksi demonstrasi, menuntut DPRD setempat untuk tidak melanjutkan rencana pengesahan ranperda pengembangan pasar tradisional menjadi Perda, Selasa (5/4) kemarin.

Tidak tanggung-tanggung, datang untuk kali yang kedua di gedung DPRD, pedagang yang tergabung di dalam Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3) itu tiba dengan jumlah banyak dibandingkan beberapa pekan silam.

Mereka tiba menggunakan puluhan unit mobil, sepeda motor dan bahkan jalan kaki. Pedagang yang datang ke gedung DPRD, tidak termasuk penjual daging dan pedagang ikan di kawasan Ibuah. “Kalau kami menolak,” kata pengurus pedagang daging dan ikan basah.

Kehadiran ratusan pengurus dan anggota IP3 di DPRD Payakumbuh, membuat pasar sepi. Jantung kota mati. Semenjak Selasa pagi hingga sore hari, pedagang tidak membuka tempat usahanya. Ada satu dua yang membuka, setelah berorasi dan mendatangi gedung DPRD.

“Kami memang menolak untuk berjualan hari ini. Untuk memperjuangkan hak-hak pedagang, dari upaya Pemerintah Daerah, untuk menguasai pasar dengan cara yang tidak benar,” kata Haji Esa Muhardanil, pimpinan IP3 yang memimpin aksi massa tersebut.

Ranperda Pasar Tradisional ini, diajukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, Senin (25/1) lalu berbarengan dengan empat ranperda lain. “Banyak Perda tentang pasar tradisional di Indonesia, tapi tidak ada yang seperti dibuat Pemko (Pemerintah Kota) Payakumbuh ini,” sambung massa lainnya.(bayu/bule)