Tak Berkategori  

Pedestrian di Jalan Pattimura Dikeluhkan, Ini Penyebabnya

Rombongan PPDI menemukan sejumlah sepeda motor yang parkir di pedestrian, Padang. (deri)
Rombongan PPDI menemukan sejumlah sepeda motor yang parkir di pedestrian, Padang. (deri)

PADANG – Pedestrian di Jalan Pattimura, Padang yang dibangun Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk penyandang disabilitas, banyak mengalami kekurangan.

Hal itu dibuktikan rombongan perkumpulan penyandang disabilitas Indonesia (PPDI) Padang yang melakukan kunjungan ataupun mencoba langsung pedestrian yang telah dibangun.

Rombongan yang berjumlah delapan orang yang terdiri dari pengguna kursi roda, dan penyandang tuna netra banyak mendapat kesulitan, saat menggunakan pedestrian yang ramah disabilitas ini.

“Untuk Jalan Pattimura, kita telah coba langsung dengan teman-teman disabilitas lainnya. Banyak mengalami gangguan, seperti guilding block untuk panduan bagi penyandang tuna netra terganggu oleh tiang-tiang listrik,” kata Pemerhati dan Sahabat Penyandang Disabilitas, Miko Kamal.

Selain itu, tiang-tiang listrik itu berdiri persis diatas guiding block. “Jumlahnya ada 20 tiang yang tersebar di sembilan titik,” ujar Miko Kamal.

Ketua PPDI Padang, Icun Sulhadi mengatakan, ramp atau jalan melandai di sepanjang pedestrian Pattimura, sudah cukup bagus atau bisa diakses secara mandiri oleh pengguna kursi roda.

Namun, sebagian ruas pedestrian dipergunakan sebagai tempat parkir oleh kendaraan. Hal itu terbukti, saat kunjungan ini, ada mobil yang parkir di atas pedestrian yang menghambat pejalan kaki.

Tidak itu saja, kekontrasan guiding block masih kurang, yang menyulitkan penyandang tuna netra untuk menggunakannya. “Tidak ada toilet umum. Tempat penyebrangan, tidak tersedia, dan menyulitkan bagi teman disabilitas untuk berpindah dari barat ke timur, begitu sebaliknya,” katanya.

Selain itu, dari kunjungan juga ditemukan kerapian pekerjaan kurang di Patimura. Sementara untuk pedestrian Jalan Belakang Olo, ditemukan sebagian besar ramp terlalu curam dan tidak bisa diakses secara mandiri oleh pengguna kursi roda.

Untuk kekontrasan guiding block cukup bagus, dibandingkan dengan yang ada di Patimura. Namun, pedestrian masih saja digunakan tempat parkir motor.

“Tempat penyebrangan atau zebra cross juga tidak ada di Jalang Belakang Olo ini. Beberapa tiang listrik dan telpon masih berdiri di pedestrian Belakang Olo. Bedanya dengan di Patimura, guiding block yang bertemu dengan tiang-tiang dibelokan,” ujarnya.

Terakhir disarankan kepada Pemko Padang, seharusnya tiang-tiang yang menghambat dibongkar, atau guiding block dibelokan. Pedestrian di dua lokasi ini, agar dibuat zebra cross, lampu pengatur penyebrangan, dan mengeluarkan bunyi (pelican crossing) yang akan membantu penyandang tuna netra.

Tidak itu saja, untuk mendidik masyarakat, diharapkan Pemko Padang menempatkan petugas di sana, untuk mengawasi agar tidak menyalahgunakan pedestrian seperti untuk parkir. (deri)