payakumbuh

Pelaku Homestay di Payakumbuh Wajib Miliki NIB dan Taat Pajak

×

Pelaku Homestay di Payakumbuh Wajib Miliki NIB dan Taat Pajak

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (net)

Dikatakan, kewajiban pelaku usaha termasuk pengusaha homestay untuk mengurus NIB melalui aplikasi OSS RBA, sesuai PP Nomor 5 Tahun 2021 tentang perizinan berusaha berbasis resiko. Untuk memudahkan pelaku usaha mengurus izin itu, Pemerintah Kota Payakumbuh menyediakan pelayanan satu atap di kantor wali kota, namanya mal pelayanan publik. “Disini bisa dilayani melalui layanan mandiri dan bisa dipandu oleh petugas di MPP. Silahkan datang ke MPP, kalau ragu bisa ditanyakan. Kami ada untuk melayani anda, bahkan boleh berkonsultasi terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris BKD Basnida Efrizal didampingi Kabid Pendapatan Nova Liza, yang ditemui terpisah, menyebut, pajak hotel adalah sebesar 10 persen dari jumlah pembayaran konsumen kepada hotel. Sesuai dengan Perda yang ada, sifatnya mengikat dan memiliki kekuatan hukum, artinya wajib dilaksanakan.

Menurutnya, hotel sendiri mencakup motel, losmen, gubuk pariwisata, wisma pariwisata, pesanggrahan, rumah penginapan, homestay dan sejenisnya, serta rumah kos dengan jumlah kamar lebih dari sepuluh. “Untuk mengedukasi pelaku usaha homestay ini, kami melakukan pendekatan secara humanis. Harus diingat pajak yang dipungut pemerintah daerah bukanlah dari pendapatan pelaku usaha, tapi pengusaha hotel yang membantu Pemda untuk melakukan pungutan kepada konsumen yang menikmati jasa pelayanan hotel ataupun homestay. Saat ini Pemerintah Kota Payakumbuh masih memberlakukan Perda Nomor 13 Tahun 2011, namun saat ini sedang proses penyusunan Perda Pajak dan Retribusi sesuai dengan undang-undang Hubungan Keuangan Pusat dan Daerah nomor 1 Tahun 2022,” ucapnya. (bule)