oleh

Pembangunan Pedestrian di Khatib Sulaiman bisa Picu Banjir

PADANG – Pembangunan pedestarian di sepanjang jalur Khatib Sulaiman Kota Padang, berdampak mengurangi jalur hijau di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) V, Maryadi Utama, cukup prihatin.

“Saya sungguh prihatin dengan perkembangan kota di Padang ini. Hampir di depan kantor saya, di Jalan Khatib Sulaiman sudah dibeton semuanya. Apa yang dilakukan Pemko Padang ini sudah mengurangi jalur hijau. Maka kita harus siap siaga menampung banjir yang besar,” ungkap Maryadi, saat melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Bersih dan Aksi Bersih Danau Cimpago, Jumat pagi (12/7) di kawasan Danau Cimpago.

Dengan pembetonan pedestarian di Jalan Khatib Sulaiman ini seluruhnya, maka membuat jalur hijau di kawasan ini tinggal sedikit. Jika ini terjadi, maka jika hari hujan lebat, Jalan Khatib Sulaiman menjadi tampungan banjir.

“Air tidak bisa meresap lagi dan keluar menuju drainase saluran utama menuju sungai-sungai. Air akan lama tergenang di kawasan ini,” ujar Maryadi.

Maryadi menyarankan kepada Walikota Padang, agar dapat memaksakan warganya membuat biopori di setiap rumah dan jalan-jalan utama di Padang. Maryadi mengungkapkan, melalui pembuatan biopori ini, di daerah lain seperti Malang, yang dulunya banjir sekarang tidak lagi. Bahkan, Malang sudah berhasil menghasilkan tanaman bioponik. (yose)

Berita Terkait