oleh

Pembiayaan Mobil Baru di Adira Turun 20 Persen 6 Bulan Terakhir

Ilustrasi (aci indrawadi)
Ilustrasi (aci indrawadi)

JAKARTA – Perusahaan pembiayaan kendaraan Adira Finance menyatakan pembiayaan mobil baru dari Januari hingga Juni 2015 menurun hingga 20 persen, dibandingkan tahun sebelumnya (year on year) karena menurunnya daya beli masyarakat.

“Kita menghadapi ekonomi Indonesia yang kurang baik, otomatis otomotif merupakan kebutuhan tersier jadi banyak yang menunda membeli dalam kondisi ini,” kata Deputy Direktur Head of Retail Car Adira Finance Niko Kurniawan.

Pembiayaan motor baru juga turun sebesar 23 persen. Selain itu, kredit macet naik menjadi 1,7 persen dari tahun lalu sekitar 1,3 persen.

Meski begitu, ia mengatakan pembiayaan mobil bekas tumbuh sebesar empat persen secara unit dan dua persen secara nilai. Sedangkan motor bekas juga naik sebesar delapan persen.

Dengan data pembiayaan tersebut, Ia memprediksi hingga Lebaran pada 17 Juli 2015 tidak akan terjadi kenaikan pembiayaan pembelian kendaraan seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya naik sebesar 10-15 persen saat Ramadhan dibandingkan bulan-bulan biasa.

“Secara garis besar market tidak tumbuh seperti tahun lalu karena konsumen juga kena tahun ajaran baru jadi selain daya beli mereka merosot, ada biaya lebaran dan tahun ajaran baru. Diperkirakan tidak seperti tahun lalu,” ujar Niko.

Meski pembiayaan semester pertama tercatat menurun untuk kendaraan baru, menurut dia masih ada harapan untuk semester dua pembiayaan kedaraan mengalami peningkatan jika pertumbuhan ekonomi mengalami peningkatan.

“Market terbesar bukan Lebaran, tertinggi di Desember, semua diskon habis-habisan,” kata dia.

Adira Finance membukukan kontribusi sebesar 42 persen untuk keseluruhan pendapatan perusahaan melalui pembiayaan kendaraan roda empat.

Hingga Juni 2015, Adira melakukan pembiayaan kendaraan sebesar Rp15 triliun, dengan rincian Rp8,6 triliun untuk motor dan Rp6,4 triliun untuk mobil (Rp3 triliun untuk mobil bekas dan Rp3,4 triliun untuk mobil baru), sedangkan target pembiayaan hingga Desember 2015 sebesar Rp35 triliun.(*/aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait