Tak Berkategori  

Pembudidaya Madu Galo-Galo di Sawahlunto Makin Meningkat

Madu lebah galo-galo atau trigona. (foto: faterna.unand)

Sawahlunto, Singgalang – Sebanyak 24 pembudidaya madu lebah tumbuh di Sawahlunto. Sebagian besar bergerak dalam budidaya madu tanpa sengat atau Galo-Galo.

“Lima bulan terakhir, kita lihat masyarakat membudidayakan madu tanpa sengat atau Galo-Galo meningkat,” kata Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Perikanan (DKP3) Sawahlunto, Heni Purwaningsih kepada Singgalang, Rabu (2/6).

Dikatakannya, rata-rata produksi madu lebah Galo-Galo 145,6 kilogram dari 718 koloni. Angka ini jauh lebih besar dari berternak madu lebah sengat yang produksi 10 kilogram dari 50 koloni.

Lebih jauh dikatakan Sekretaris DKP3, di Taman Buah Kandi produk madu lebah Galo-Galo yang bekerjasama dengan pembudidaya, menghasilkan 32,25 kilogram dari 45 koloni.

“Berkembangnya usaha madu ini, kita juga mendorong masyarakat bertanam buah dan bunga-bungaan sebagai sumber nektar atau makanan lebah,” ujar Heni.

Dikemukakannya, langkah ini mendorong penghijauan lingkungan hidup lebih asri dan berkembang menjadi usaha masyarakat yang dapat menambah pendapatan mereka. (201)