Pemerintah Akan Bangun Pelabuhan Baru di Tanjung Pinggir Batam

×

Pemerintah Akan Bangun Pelabuhan Baru di Tanjung Pinggir Batam

Bagikan berita
Foto Pemerintah Akan Bangun Pelabuhan Baru di Tanjung Pinggir Batam
Foto Pemerintah Akan Bangun Pelabuhan Baru di Tanjung Pinggir Batam

BATAM - Pemerintah akan membangun pelabuhan baru di Batam sebagai upaya penataan pelabuhan di Indonesia yang lebih efisien, sehingga diharapkan dapat menurunkan biaya logistik.Hal itu dikatakan Menkomarinves, Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau lokasi calon pelabuhan baru yang terletak di kawasan Tanjung Pinggir, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

"Pembangunan pelabuhan baru di Batam merupakan salah satu upaya pemerintah menurunkan biaya logistik di Indonesia yang masih cukup tinggi," ujarnya.Menurutnya, saat ini biaya logistik masih sekitar 23 %, sementara di negara lain sudah rata-rata 13 %. "Kami menargetkan biaya logistik turun sampai 17 % pada tahun 2024, kalau bisa lebih cepat,” tandas Menko Luhut, yang dalam kesempatan itu turut didampingi Menhub Budi Karya Sumadi.

Menko luhut menuturkan, akan melakukan penataan pelabuhan-pelabuhan eksisting yang ada di Batam.Saat ini di Pulau Batam terdapat sejumlah pelabuhan eksisting, diantaranya yaituPelabuhan Batu Ampar, Pelabuhan Sekupang, Pelabuhan Nongsa Pura, Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Kabil, dan Pelabuhan Telaga Punggur.

“Nantinya Pelabuhan di Tanjung Pinggir ini akan dibuat menjadi green and smart port,” ucap Menko Luhut, seraya menyebutkan Pelabuhan di Tanjung Pinggir ini diproyeksikan akan lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok dan akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Kuala Tanjung.Ia mengungkapkan, saat ini luas lahan yang ada di Tanjung Pinggir sebesar 94 hektare dan selanjutnya akan diperluas hingga 330 hektare dengan kedalaman airnya sekitar 40 meter.

Menhub Budi Karya dalam kesempatan itu menjelaskan lokasi calon pelabuhan baru di Batam ini sangat strategis karena berhadapan langsung dengan pelabuhan besar di Singapura.Menurutnya, pembangunan pelabuhan baru ini akan menggunakan skema Businnes to Business (B2B) sehingga tidak menggunakan APBN. Pemerintah akan memberikan kesempatan kepada pihak swasta untuk berinvestasi dalam pembangunan pelabuhan baru ini.

“Kami regulator akan mengawal dan membuat timeline dan studi yang matang. Kita lakukan dengan tata kelola yang baik tetapi cepat. Kita harapkan sebelum 2024 pelabuhan ini sudah selesai dan sudah beroperasi,” papar Menhub.Turut hadir pada kunjungan kerja ini Walikota Batam Muhammad Rudi, Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, Plt Dirjen Perhubungan Laut Arief Toha, dan sejumlah pejabat terkait lainnya. (602)

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini