oleh

Pemilu Bukan untuk Memecah Belah

Ilustrasi (net)

PADANG – Pemilihan umum (Pemilu) dilaksanakan tahun depan. Pada 2019 nanti, masyarakat akan memilih presiden, termasuk memilih anggota DPD/DPR/DPRD di provinsi, kabupaten, maupun kota.

Helat besar ini akan melibatkan banyak hal. Tidak saja pemilih, tetapi juga perangkat lain seperti peraga kampanye, massa, serta uang.

Pun begitu, Pemilu 2019 begitu sarat kepentingan yang dapat berakibat kepada perpecahan antar masyarakat. Semua itu bahkan sudah terlihat dalam beberapa waktu belakangan ini. Pemilu belum mulai, namun “perang” antar pendukung sudah ditabuh. Yang maju pun sudah rasa di bibir tepi cawan. Seperti akan menang.

Media sosial (medsos) menjadi wadah “perang” bagi masing-masing kubu. Ujaran kebencian dan berita hoax yang dilancarkan masing-masing kubu menghiasi setiap medsos.

“Agar suasana tetap kondusif dan stabilitas tetap terjaga di Padang, diharapkan kepada warga masyarakat tetap mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa,” imbau Walikota H. Mahyeldi, Rabu (17/10).

Sementara itu Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Mursalim Nafis mengajak warga Padang untuk mengedepankan rasa persatuan dan kedamaian menjelang Pemilu 2019. Warga diharapkan untuk tidak melakukan politisasi SARA. Termasuk politik uang.

“Jangan pula menyebarkan berita hoax. Jika menerima berita hoax, jangan disebarkan ke siapapun. Cukup sampai di kita saja. Dan jangan pula ikut menyebar ujaran kebencian,” tukuk Mursalim. (an/car)

 

Loading...

Berita Terkait