oleh

Pemimpin dan yang Memimpin tak Boleh Ada Jarak

PADANG – Pemimpin dengan yang dipimpin tidak boleh ada jarak. Jika saling berjauhan, justru akan menjadi sulit bagi keduanya. Pemimpin yang jauh dengan yang dipimpin akan sulit memberikan arahan dan sebaliknya, sebaliknya yang dipimpin menjadi susah memberikan koreksi kepada pemimpinnya.

Uama Sumbar yang juga Ketua Masjid Al Munawarah Siteba Buya Masoed Abidin mengatakan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin telah memberikan pengajaran bahwa pemimpin dan yang dipimpin tidak boleh ada jarak. Sebagai contoh dalam shalat, imam dan makmum hanya berjarak sedikit saja. “Tidak ada yang lebih dari 10 saf, jika jemaahnya banyak. Bila jemaah sedikit, maka jarak makmum dengan imam sangat dekat,” terangnya saat memberikan sambutan sekaligus tausyiah pada pembukaan Pelatihan Imam Shalat Angkatan IV yang dilaksanakan Pengurus Masjid Al Munawarah Siteba dengan Ikatan Dai Kota Padang, Rabu (6/11).

Buya berharap, peserta pelatihan ini bisa mendapatkan ilmu dari para pemateri yang akan disajikan hingga Minggu (10/11) mendatang.

Pelatihan ini sendiri dibuka Kapolda Sumbar diwakili Direktur Binmas, Kombes Pol. Nasrun Fahmi. Dia menegaskan, Islam tidak pernah dirongrong. Justru, sebaliknya ada pihak yang merongrong Pancasila dan kedaulatan NKRI dengan menggunakan simbol-simbol agama. Untuk itulah menurutnya, polisi hadir melakukan pengawasan dan pembinaan, sehingga masyarakat tetap berjalan dikoridor yang seharusnya, tidak menyimpan apalagi sampai mengarah sikap radikalisme.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelatihan Imam Shalat Angkatan IV, Ustazah Yessi mengatakan, pelatihan kali ini merupakan yang keempat kali dilaksanakan sejak dimulai pada Februari 2018 lalu. “Jadi kami laksanakan setiap tahun dua kali,” terangnya.

Panitia lanjutnya berharap, lewat pelatihan ini lahir imam-imam shalat yang bisa menegakkan Islam secara istiqomah di bumi nusantara, khususnya di Sumatra Barat. “Pada angkatan pertama, kedua dan ketiga masing-masing dengan 60 peserta. Khusus angkatan IV ini, dari 150 formulir yang tersebar secara online dan offline yang kembali hanya 98 formulir atau 98 peserta. Namun, satu didiskualifikasi, karena tidak disiplin, sementara kita berharap mereka adalah orang yang disiplin, tidak hanya dalam shalat, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Walikota Padang yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Azwin mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini. Pemko sendiri disampaikannya juga telah melaksanakan pelatihan kepada imam masjid dan mushala.

“Di Kota Padang ada 1.400 masjid dan mushalla, tapi baru 700 yang telah kita latih imamnya,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Ikadi Padang, M. Ridho, Camat Nanggalo, KUA Nanggalo dan Padang Timur, Kapolsek Nanggalo, dan lainnya. (yuni)

Loading...

Berita Terkait