Pemko Padang Harus Cari Terobosan Isi Kekosongan Rusunawa

Ilustrasi (okezone.com)

PADANG – Anggota Komisi II DPRD Kota Padang, Amrizal Hadi menilai minimnya penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah berdampaknya pendapatan asli daerah (PAD) dengan target Rp1,2 miliar tak tercapai.

Menyikapi hal ini, Pemko Padang membuat terobosan baru seperti menurunkan harga sewa per bulannya untuk sementara. Supaya ketertarikan masyarakat ada dan rusunawa terisi secara bertahap.

“Kepala UPTD harus mengambil langkah-langkah dalam memaksimalkan pencapaian target PAD,” ujar kader NasDem ini, Rabu (13/3).

Selain itu, Pemko Padang dinilai tidak berkoordinasi dengan DPRD terkait selesainya pembangunan Rusunawa tersebut. Memang pembangunannya dibantu oleh Kementerian PUPR. Namun Pemko harus sampaikan hal ini pada DPRD. Supaya anggota legislatif mengetahui dan masalah yang muncul dari keberadaan Rusunawa bisa dicarikan solusinya bersama.

Lalu, Anggota Komisi II DPRD Padang lainnya, Faisal Nasir meminta kepada Pemko Padang melengkapi fasilitas Rusunawa yang masih kurang. Tujuannya agar penghuni yang mengontrak puas dan kekosongan pada Rusunawa tidak ditemui lagi setelah ini.

Sementara, Anggota Komisi II DPRD Kota Padang lainnya, Aprianto meminta kepada UPTD Rusunawa bergerak terus dalam mengejar target pendapatan yang diberikan. Jangan pula UPTD pasrah dalam menyikapi hal ini. Ini kan tidak bekerja namanya. (bambang)

Loading...