oleh

Pemko Sampaikan Kronologis Rubuhnya Sound System yang Tewaskan Murid SD

PADANG PANJANG – Pemerintah Kota Padang Panjang menyampaikan duka mendalam atas musibah rubuhnya ringging sound system untuk acara pembukaan Kemah Budaya Nasional (KBN), yang menimbulkan satu orang korban meninggal dan 4 luka-luka, Minggu (25/8) pagi di Lapangan Sepakbola Chatib Sulaiman Bancah Laweh.

Ucapan belasungkawa itu disampaikan Wakil Walikota Asrul dalam jumpa pers, Minggu sore di pendopo rumah dinas walikota. “Atas nama Pemko Padang Panjang kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya bagi para korban dalam musibah pagi tadi,” kata Asrul dengan suara serak.

Wawako yang saat itu didampingi Sekdako Sonny Budaya Putra, Kadis Kominfo Marwilis dan sejumlah pimpinan OPD mengaku baru bisa menyampaikan pernyataan resmi Pemko pada sore hari lantaran pihaknya fokus mengurusi para korban.

“Kami tadi fokus dulu mengurusi korban. Untuk korban meninggal diurus sampai ke pemakaman. Sedangkan korban luka-luka dipastikan dulu mendapat perawatan di rumah sakit. Semua biaya yang dibutuhkan korban ditanggung pemko,” sebut Asrul.

Wawako pun menuturkan kronologi rubuhnya ringging sound system untuk acara pembukaan KBN ke-X, yang akan digelar Senin (26/8) pagi besok. Musibah yang tidak pernah diduga-duga itu terjadi pada pukul 08.30 WIB.

Pagi itu sejumlah petugas dari EO acara, Cebek Sound Padang, hendak memasang sound system. Pada saat bersamaan akan digelar gladi resik acara, yang salah satunya dihadiri para peserta tari massal.

Entah apa penyebabnya, tiba-tiba saja ringging sound system yang hendak dinaikan itu rubuh. Akibatnya, sejumlah orang yang berada di sekitar lokasi tertimpa rubuhan berbahan besi itu. “Saat rangkaian ringging sound system itu rubuh, gladi resik belum dimulai. Gladi resik baru akan dimulai pukul 09.00,” tambah Sonny Budaya Putra.

Ada 5 orang yang menjadi korban, satu orang meninggal dan empat lainnya luka-luka. Korban meninggal Rara Rizkyatul Hanif (12 thn), pelajar SDN 03 Guguk Malintang.

“Korban meninggal sudah dikuburkan sore tadi di kampung halamannya di Nagari Andaleh Tanah Datar. Pak sekda dan sejumlah pejabat, termasuk dari Kemendikbud mengantar langsung hingga pemakaman dan sudah menyampaikan langsung rasa duka kepada pihak keluarga,” sebut wawako.

Sementara empat orang korban luka-luka juga berasal dari sekolah yang sama, yakni SDN 03 Guguk Malintang. Mereka adalah Niesya Defina Putri (11 thn), Adina Raisa Claresta (11 thn), Tiara Afririani (28 thn/guru honorer) dan Afrirona (27 thn/staf TU).

“Guru honorer dan staf TU harus dirujuk ke RS Kartika Padang, Niesya dipindahkan dari Yarsi ke RSUD Padang Panjang, sementara Adina sudah boleh pulang,” terang wawako.

Ketika ditanya soal kemungkinan adanya kelalaian pada pihak EO, wawako mengaku pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Padang Panjang. “Penyelidikan kita serahkan kepada polres. Namun yang pasti kejadian ini jadi pelajaran bagi kita dan harus ada evaluasi,” tegasnya. (jas)

Loading...

Berita Terkait