Pemprov Sumbar Antisipasi Kesediaan Stok Pangan Jelang Ramadhan dan Lebaran 1444 H

Asisten II Setdaprov Sumbar, Wardarusmen. (foto: antara)

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyiapkan sejumlah langkah sebagai tindakan antisipasi dini ketersediaan stok pangan dan inflasi jelang Ramadhan dan Lebaran 1444 Hijriah.

Asisten II Setdaprov Sumbar bidang ekonomi, Wardarusmen di Padang, Kamis menyebut langkah antisipasi dini diperlukan karena Ramadhan dan Lebaran jatuh di Maret dan April 2023.

“Kita siapkan langkah antisipasi sejak Januari 2023 agar pada Maret dan April ketersediaan stok pangan dan angka inflasi bisa lebih stabil,” katanya.

Langkah-langkah yang perlu dipersiapkan itu diantaranya melakukan pemantauan berkala terhadap kecukupan stok barang dengan berkoordinasi dan bersinergi antar institusi, untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang hingga Ramadan dan Idul Fitri 2023. Mempersiapkan operasi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok selama Ramadan dan Idul Fitri tahun 2023.

Kemudian, melakukan gerakan menanam satu juta cabe dengan membagikan bibit cabe di polybag kepada masyarakat. Hal itu dipandang perlu karena cabai menjadi salah satu penyumbang angka inflasi di Sumbar setiap kali Ramadhan dan Lebaran.

“Gubernur menekankan yang perlu diperhatikan dan dijaga adalah keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta memberikan subsidi harga beras bekerjasama dengan bulog,” katanya.

Wardarusmen mengatakan, Gubernur Sumbar, Mahyeldi telah mengirimkan surat kepada OPD provinsi dan bupati serta wali kota se-Sumbar, 18 Januari 2023 terkait upaya antisipasi. Berdasarkan surat tersebut, OPD Pemprov Sumbar, wali kota dan bupati diminta melakukan pemetaan dan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan stok pangan dari bulan ke bulan, terutama pada momentum Ramadhan dan Lebaran 2023.

Dalam surat itu Gubernur juga meminta OPD, bupati dan wali kota agar mempercepat ketersediaan bibit dan penanaman kebutuhan pokok dari awal tahun. Terutama untuk produk-produk yang dapat mendorong terjadinya lonjakan harga pada komoditi tertentu.

Gubernur juga mendorong kordinasi dengan OPD teknis dalam memetakan pembangunan jaringan irigasi dan penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian lainnya.

“Kita berharap dengan antisipasi sejak dini ini ketersediaan stok pangan dan inflasi di Sumbar bisa terjaga,” kata Wardarusmen. (ant)