Tak Berkategori  

Pemprov Sumbar Turun Tangan dalam Pengisian Jabatan Sekda Padang, Ini Komentar Anggota Dewan

Gedung DPRD Padang di Jalan Sawahan. .(ist)

Padang, Singgalang – Sekretaris Komisi I DPRD Kota Padang, Budi Syahrial mengatakan turun tangannya Pemprov Sumbar dalam pengisian jabatan tertinggi di lingkungan Pemko Padang yakni kursi Sekretaris Daerah (Sekda) kota Padang yang belum defenitif atau Penjabat (Pj) statusnya, ini menandakan Wali Kota Padang lalai dalam mengurus pemerintahan di kota Padang.

“Ini dampaknya jika Hendri Septa lamban menyelesaikan penyusunan struktur Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadinya Gubernur Sumbar yang menunjuk langsung Pj Sekda Padang,” ujarnya, Kamis (20/1).

Ia menyayangkan kelalaian tersebut dan hal ini tidak dipungkiri terjadi. Sebab, ASN Pemko Padang dinilai banyak yang mampu mengemban amanah.

“Kita menghargai keputusan Pemprov Sumbar. Namun ASN Pemko Padang yang punya kompetensi banyak yang bisa menjabat sebagai sekda,” ucap kader Gerindra ini.

Ia menyampaikan, dengan dilantiknya Fitriati sebagai Pj Sekda Padang diharapkan mampu membantu tugas-tugas Wako dalam menjalankan roda pemerintahan serta visi misi yang ada dalam RPJMD sisa jabatan 2019 2024 terwujud hendaknya secara bertahap.

“Kita ucapkan selamat atas pelantikan. Semoga amanah sampai akhir masa jabatan,” paparnya.

Ia meminta, Pj Sekda yang baru segera bergerak dan jalin joordinasi antar sesama OPD. Supaya sinkronisasi program terlaksana dengan baik dan kesalahan tidak terjadi.

“Pj Sekda harus mulai bekerja dan susun Renja untuk ke depannya. Sebab waktu berjalan terus,” paparnya.

Dan kepada masing-masing Kepala OPD beserta jajarannya, diimbau mengikuti perintah pimpinan dan saling koordinasi dalam mengambil keputusan.

“Sinergisitas mesti dijalin dan jangan bekerja sendiri,” paparnya.

Anggota DPRD Kota Padang, Surya Jufri menilai di ekspornya ASN Pemprov Sumbar ke Padang jadi Pj Sekda membuktikkan planning karir di Pemko Padang tak berfungsi semestinya dan Wako dinilai gagal menjalankan pemerintahan.

“ASN kita segudang, mengapa mesti dari luar yang memimpin,” ujar kader Demokrat ini.

Ia mengatakan, birokrasi dan reformasi di Padang bisa tak efektif jadinya jika pergerakan Hendri Septa masih lelet. Apalagi kursi Wawako belum juga diisi dan jabatan Kepala OPD diduduki Plt di banyak dinas.

“Kita berharap Wako memikirkan hal ini dan bergerak cepat tanpa dikendalikan oleh pihak mana pun,” paparmya. (105)