Pemuda Pancasila Siapkan Bantuan Hukum Terhadap 4 Kader yang Ditahan Polisi

Bhenz Maharajo (ist)

PADANG – Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Barat memastikan diamankannya empat kader Pemuda Pancasila (PP) oleh Satreskrim Polresta Padangtidak bersangkut paut dengan organisasi. Pihak tertentu diminta tidak memperluas permasalahan dan menyeret-nyeret Pemuda Pancasila secara organisasi.

“Jangan sangkutpautkan organisasi Pemuda Pancasila dalam perkara dugaan penganiayaan yang dituduhkan. Keempatnya memang benar kader Pemuda Pancasila. Namun dugaan perbuatan yang dilakukan merupakan tindakan personal. Tidak ada hubungannya dengan organisasi. Itu mesti digarisbawahi. Empat kader yang diamankan di lingkungan organisasi selalu bisa mengayomi adik-adiknya. Kami terkejut dan prihatin atas kejadian ini,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat MPW PP Sumbar, Bhenz Maharajo.

Meski tidak bersangkut dengan organisasi, MPW Pemuda Pancasila akan tetap memberikan bantuan hukum kepada keempatnya sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan. Pemuda Pancasila bukan organisasi yang lepas tangan begitu saja ketika ada kader yang bermasalah, walaupun itu masalah pribadi.

“MPW memiliki lembaga bantuan hukum. Kader yang terjerat persoalan hukum akan diberikan bantuan hukum jika diminta. Ini merupakan bagian dari komitmen solidaritas Pemuda Pancasila. Kader tidak akan dibiarkan bermasalah sendiri. Upaya bantuan sesuai alur hukum akan diberikan,” papar Bhenz.

Ia mengingatkan para pihak untuk tidak melakukan provokasi dengan menyeret-nyeret organisasi Pemuda Pancasila dalam persoalan ini, seolah-olah Pemuda Pancasila ikut terlibat. Seolah-olah Pemuda Pancasila adalah organisasi yang brutal.

“Bagaimana juga, hukum adalah panglima tertinggi di republik ini. Kami menghargai proses hukum yang sedang dijalankan. Silahkan dijalankan, tapi jangan seret-seret Pemuda Pancasila. Jangan dijadikan persoalan yang terjadi sebagai jalan untuk memperlihatkan ke khalayak ramai seolah-oleh Pemuda Pancasila adalah organisasi yang brutal. Pemuda Pancasila tidak begitu. Ini adalah organisasi yang menjunjung tinggi hukum. Keliru jika Pemuda Pancasila dilibatkan,” lanjutnya.

Sebelumnya empat tersangka pengeroyokan terhadap Rudi Novendra (30), anggota BNNP Sumbar dititipkan penahanannya di Mapolda, setelah dibekuk di sejumlah lokasi di Padang.

“Pelaku semuanya berjumlah enam orang. Kita sudah menangkap empat. Keempat tersangka yang ditangkap oleh Satreskrim itu yakninya, RAP (30), AW (43), RO (46) dan AV. Sementara dua pelaku lainnya masih diburu,” ujar Kapolresta Padang Kombes Chairul Azis.

Pengurus dan anggota salah satu Ormas di Padang itu dibekuk di berbagai lokasi di Padang, Rabu (7/3). Saat ini mereka dititipkan penahanannya di Mapolda Sumbar. Sementara untuk penyidikan kasus ini masih tetap di Polresta Padang. (aci)