PENANGANAN COVID-19 DI SUMBAR; Mentawai Beberkan Kunci Jadi yang Terbaik

×

PENANGANAN COVID-19 DI SUMBAR; Mentawai Beberkan Kunci Jadi yang Terbaik

Sebarkan artikel ini
Focus Group Discussion (FGD) bertemakan "Sulitnya Masuk Zona Hijau” yang  diselenggarakan Harian Singgalang bekerjasama dengan Satgas Covid 19-BNPB, Jumat (26/3). (rahmat zikri)

“Kita di Sumbar, yakni di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) yang pertama kali adakan PCR gratis. Sekarang beberapa provinsi lain juga ikut,” ujarnya. Begitu pula dengan Pogram Nagari Tageh. Bahkan Sumbar juga menjadi rujukan penerapan 3T.

Menurut dia, bukan berarti tidak penting untuk menjadikan seluruh daerah di Sumbar menjadi zona hijau. Bagaimana pun, tambah dia, penanganan Covid-19  haruslah memiliki tujuan untuk menjadi daerah yang dinyatakan aman dan terkendali dari penyebaran Covid-19

Untuk mencapai tujuan ini, menurut Jasman bisa tercapai jika kekebalan masyarakat (herd immunity) telah terbentuk. Setidaknya 70 persen populasi masyarakat Sumbar sudah divaksin, dengan begitu kekebalan masyarakat sudah terbentuk dan penyebaran Covid-19  sudah bisa dikendalikan. “Untuk itulah mari kita sama-sama sukseskan vaksinasi di Sumbar,” ujarnya.

Sementara itu, walaupun tidak ada daerah yang zona hijau, Sumbar memiliki daerah yang memiliki prestasi baik dalam penangana Covid 19. Salah satunya Mentawai, di daerah ini tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat Covid 19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Mentawai, Lahmudin Siregar mengatakan daerah ini memiliki keuntungan secara geografis yakni berupa kepulauan. Dengan menjadi daerah kepulauan maka tidak sulit untuk mengendalikan arus keluar masuk orang dari luar Mentawai. Ini berbeda dengan daerah-daerah lain yang tidak kepulauan karena sangat mudah masyarakat untuk keluar masuk suatu daerah sehingga memudahkan penyebaran Covid 19.

Bahkan untuk masuk ke Mentawai saat ini, orang harus melakukan tes swab terlebih dahulu. Jika terbukti tidak terinfeksi Covid-19 baru diperbolehkan masuk ke Mentawai. “Dulu cuma rapid test saja. Namun sudah kami tingkatkan menjadi wajib tes swab,” ujar Lahmudin.

Dia mengatakan awalnya memang tidak mudah untuk menerapkan beberapa kebijakan aturan demi pengoptimalan penanganan Covid 19 di Mentawai. Salah satunya seperti kewajiban tes swab jika ingin masuk ke Mentawai ini. “Namun lama kelamaan masyarakat memahami bahwa semua yang dilakuakn ini adalah untuk melindungi mereka dari terinfeksi Covid-19,” ujarnya.

Bukan hanya tes swab yang diberlakukan baru-baru ini saja. Dulu penanganan pasien yang terinfeksi Covid 19 juga susah. Masyarakat banyak awalnya merasa keberatan untuk diisolasi pasca terinfeksi Covid 19 atau telah kontak erat dengan pasien yang positif. Namun isolasi ditegaskan harus dilakukan. “Sampai kami jemput dengan aparat kepolisian dan TNI untuk menjemput masyarakat yang tidak mau diisolasi,” ujarnya.

Dia mengatakan walaupun tidak mendapatkan label zona hijau, Mentawai merasa cukup puas dengan terkendalinya angka penyebaran Covid 19 dan tidak adanya kasus kematian akibat Covid-19. “Zona hijau ataupun tidak kita harus tetap memastikan protokoler kesehatan dan pengawasan pintu masuk mentawai aman dari penyebaran Covid-19,” ujarnya. (titi)