oleh

Pengabdian Prodi Pendidikan Dokter Unand, Penderita Anemia Cukup Tinggi

PADANG – Masalah kesehatan anak menjadi tanggungjawab bersama, terutama orangtua. Berdasarkan data dari riset kesehatan dasar, jumlah anak yang menderita anemia di Indonesia cukup tinggi, yakni 26,4 persen. Orangtua sering tidak menyadari, anaknya menderita anemia, bahkan menganggap anaknya berkulit putih, padahal sebenarnya pucat.

Pucat merupakan gejala anemia yang paling mudah ditemukan, dan bisa dilihat dari kelopak mata, bibir, telapak tangan atau kuku. Anemia juga dapat ditentukan melalui pemeriksaan hemoglobin (hp) pada anak.

Berdasarkan hasil riset itulah, dosen program studi (prodi) pendidikan dokter, Fakultas Kedokteran (FK) Unand melakukan pengabdian masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan pada anak tersebut. “Kita melakukan pengabdian di Kenagarian Sumanik, Tanah Datar, “ujar Dr. dr. Aisyah Elliyanti, SpKNm M.Kes, ketua Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran Unand, Rabu (20/11).

Dikatakan, pada 2019 ini, pengabdian di Sumanik itu berupa pemeriksaan buta warna, pemeriksaan Hb dan golongan darah pada anak usia sekolah, bertempat di SD 02 dan 06 Sumanik. “Kegiatan ini sudah kita gelar pada 31 Oktober lalu, “ujar Dr. Aisyah, didampingi Sekretaris Prodi, Dra. Dian Pertiwi, MS kepada Singgalang di kantornya kampus Limau Manis, Padang.

Pada pengabdian sebelumnya difokuskan pada lanjut usia (lansia), namun kali ini pada anak-anak sekolah dasar, seperti melakukan penyuluhan cara mencuci tangan yang benar, penyuluhan internet. “Penyuluhan itu dipimpin oleh Dr. dr. Arina Widya Murni, SpPD bersama tim mahasiswa pendidikan spesialis penyakit dalam, “ujar Aisyah.

Penyuluhan kesehatan pada anak ini meliputi dua topik, yakni cara mencuci tangan yang benar sebelum makan serta menjauhi konten dewasa di internet.

Diceritakan, untuk pemeriksaan hemoglobin dilakukan pada anak sekolah dasar dengan usia 9-12 tahun. Hasil pemeriksaan ditemukan anak yang menderita anemia sebanyak 28 anak. Anemia pada anak bisa disebabkan, di antaranya kelainan bawaan (genetik) serta kekurangan zat besi, vitamin B12 dan asam folat.

Begitu juga pada pemeriksan mata (buta warna) yang dikoordinir Dr. dr. Hendriati, SpM (K) yang mengunakan alat ischihara tes untuk anak SD kelas 5 dan 6. “Hasilnya ditemukan dua anak menderita buta warna parsial,” kata Aisyah.

Sementara untuk pemeriksaan darah dilakukan pada 77 anak yang dikoordinir oleh dr. Zelly Dia Rofinda, SpPK (K) bersama Dra. Dian Pertiwi. (guspa)

 

Loading...

Berita Terkait