oleh

Pengakuan Akbar Faisal Soal Kecurangan Pilpres Bisa Berimbas ke Jokowi-JK

Jokowi dan Jusuf Kalla (net)
Jokowi dan Jusuf Kalla (net)

JAKARTA – Peneliti senior Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengatakan, sejak awal pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla berpeluang besar memenangi Pemilu Presiden 2014 sehingga tim sukses akan berpikir sekian kali untuk melakukan kecurangan karena berisiko.

“Dari data survei sejumlah lembaga survei terpercaya, elektabilitas Jokowi-JK masih di atas, meskipun harus diakui tingkat keterpilihan Prabowo-Hatta mengalami tren kenaikan,” katanya di Jakarta, Rabu (8/4).

Apalagi sejauh ini tidak ada bukti kuat adanya kecurangan terstruktur, sistematis dan masif yang dilakukan tim sukses Jokowi-JK pada Pemilu Presiden 2014.

“Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) juga telah menyatakan tidak ada kecurangan yang memenuhi unsur terstruktur, sistematis dan masif,” tuturnya.

Karena itu, Karyono meyakini tim Jokowi-JK tidak melakukan kecurangan pemilu dengan menggunakan teknologi informasi, yang mungkin akan muncul dugaan tersebut setelah ada pengakuan dari Akbar Faisal.

Pengakuan Akbar Faisal mengenai usaha memanipulasi data Komisi Pemilihan Umum (KPU) membuat situasi politik semakin panas.

“Meskipun yang dibidik adalah Luhut Panjaitan yang kini menjadi Kepala Staf Kepresidenan, tetapi informasi itu bisa merusak citra Jokowi-JK,” katanya.

Karyono mengatakan pengakuan Akbar mengenai pemaparan Luhut untuk memanipulasi data KPU dengan menggunakan teknologi informasi pada Pemilu Presiden 2014, bisa berimbas pada Jokowi-Jusuf Kalla.

Apalagi, “hawa panas” persaingan Pemilu Presiden 2014 masih terasa karena kristalisasi pertarungan kedua kubu masih belum mencair. Belum lagi muncul isu kecurangan pemilu yang dihembuskan oleh pihak tertentu dan situasi politik yang masih relatif tegang.

“Suhu politik masih panas, kini muncul pengakuan Akbar yang mengejutkan publik. Celakanya, Akbar adalah mantan deputi Tim Transisi Jokowi-JK,” tuturnya. (*/aci)

sumber:antara

Loading...

Berita Terkait